Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Moms, Kenali Depresi Postpartum Pada Ibu Menyusui

Ditulis oleh Ivana Gelasia Lamudji2 menit baca
Moms, Kenali Depresi Postpartum Pada Ibu Menyusui
Depresi postpartum pada ibu menyusui berpotensi mengakibatkan malnutrisi bahkan gangguan terhadap pertumbuhan bayi jika tidak diatasi dengan segera.

Hai NutriCiers!

Sekitar 13-19% ibu mengalami penurunan kesehatan mental setelah melahirkan.

Hal ini berarti 1 dari tiap 9 ibu mengalami hal ini setelah melahirkan terutama bagi ibu menyusui.

Depresi postpartum (setelah melahirkan) merupakan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan yang terjadi dalam tahap menyusui maupun tahun pertama setelah melahirkan.

Berbeda dengan sindrom baby blues yang merupakan perubahan suasana hati (mood swing) selama 14 hari setelah melahirkan, depresi postpartum ditandai dengan depresi yang lebih parah dan dalam waktu yang berkelanjutan yaitu lebih dari 2 minggu.

Selain itu, depresi postpartum juga rentan dialami sang Ayah jika istrinya mengalami hal yang sama. 

Lalu, apa aja sih penyebab, gejala, dan akibatnya?

Depresi postpartum diakibatkan oleh penurunan hormon esterogen dan progesteron secara drastis hingga menurunkan hormon serotonin (hormon untuk mengatur suasana hati) yang menimbulkan gejala depresi, kecemasan, dan kesulitan tidur.

Selain itu, depresi postpartum juga menyebabkan Moms mengalami kehilangan energi, hilang rasa percaya diri, penurunan kemampuan fisik, sulit tidur atau kebanyakan tidur, hilang nafsu makan atau malah bertambah, gelisah, perasaan bersalah, bahkan timbul keinginan untuk melukai diri sendiri ataupun bayi.

Nah, gangguan ini perlu diperhatikan terutama bagi ibu menyusui.

Hal ini dikarenakan terjadinya penurunan jumlah ASI, yang mana sangat penting untuk kesehatan, kekebalan, dan nutrisi si kecil sehingga mengakibatkan malnutrisi maupun gangguan pertumbuhan bayi.

Maka itu, apa aja sih yang bisa dilakukan untuk mengobati maupun mencegah depresi postpartum pada ibu menyusui?

  1. Melalui pengobatan, namun hal ini harus diperhatikan dan dikonsultasikan dengan ahlinya terutama bagi ibu yang masih dalam tahap menyusui karena obat dapat dikeluarkan bersama ASI dan berdampak buruk bagi bayi. Maka itu, dosis dan obat yang tepat harus dikonsultasikan ya Moms.
  2. Psikoterapi yang bisa dilakukan dengan komunitas, terapi individu, maupun terapi keluarga.
  3. Dukungan moril dari keluarga dan lingkungan sekitar
  4. Konsumsi makanan yang bergizi dan berkualitas seperti buah, sayur, kacang-kacangan, ikan, sereal, daging tanpa lemak, dan makanan rendah gula dapat meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi.

Itu lah informasi dan upaya mencegah depresi postpartum, semoga Moms semakin sadar ya tentang pentingnya kesehatan mental setelah melahirkan maupun dalam proses menyusui.

Lebih lagi, terus jaga kesehatan mental, konsumsi makanan yang bergizi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup untuk menghindari depresi postpartum.

Jika Moms mengalami gejala secara berlanjut, jangan tunda untuk segera cari bantuan ya!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anak#baby blues#Bayi#Bayi Baru Lahir#Depresi#gangguan mental#gizi anak#ibu#ibu melahirkan#ibu menyusui#Information#kesehatan anak#kesehatan mental#makanan bergizi#mental health#postpartum depresi#terapi#wellbeing

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Konsumsi kedelai pada wanita, perlukah?

Kandungan Isoflavon dalam kedelai dapat menjadi salah satu pencegahan kanker payudara Referensi gambar : https://www.freepik.com/free-photo/soy-bean_5072028.htm#page=1&query=soya&position=1 Referensi

Anisa Gita Ayu Sekarini