Asam Urat Mengganggu? Lakukan Diet Ini!
Halo NutriCiers!
Tahukah kamu? Artritis gout merupakan salah satu penyakit metabolik (metabolic syndrom) yang terkait dengan pola makan diet tinggi purin dan minuman beralkohol.
Penimbunan kristal monosodium urat (MSU) pada sendi dan jaringan lunak merupakan pemicu utama terjadinya keradangan atau inflamasi pada gout artritis. Artritis gout adalah jenis artritis terbanyak ketiga setelah osteoartritis dan kelompok rematik luar sendi (gangguan pada komponen penunjang sendi, peradangan, penggunaan berlebihan).
Penyakit ini mengganggu kualitas hidup penderitanya. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) merupakan faktor utama terjadinya artritis gout. Masalah akan timbul jika terbentuk kristal-kristal monosodium urat (MSU) pada sendi-sendi dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering menyertai serangan artritis gout.
Obesitas dan indeks massa tubuh berkontribusi secara signifikan dengan resiko artritis gout. Resiko artritis gout sangat rendah untuk pria dengan indeks massa tubuh antara 21 dan 22 tetapi meningkat tiga kali lipat untuk pria yang indeks massa tubuh 35 atau lebih besar.
Obesitas berkaitan dengan terjadinya resistensi insulin. Insulin diduga meningkatkan reabsorpsi asam urat pada ginjal melalui urate anion exchanger transporter-1 (URAT1) atau melalui sodium dependent anion cotransporter pada brush border yang terletak pada membran ginjal bagian tubulus proksimal. Dengan adanya resistensi insulin akan mengakibatkan gangguan pada proses fosforilasi oksidatif sehingga kadar adenosin tubuh meningkat. Peningkatan konsentrasi adenosin mengakibatkan terjadinya retensi sodium, asam urat dan air oleh ginjal.
Alternatif yang dapat dilakukan oleh penderita asam urat yaitu mengurangi konsumsi makanan yang tinggi purin. Pencegahan yang bisa dilakukan oleh penderita penyakit asam urat adalah melaksanakan diet dengan mengkontrol makanan yang dikonsumsi penderita yaitu dengan mengurangi makanan yang dapat menyebabkan asam urat naik.
Diet yang dapat disarankan untuk penderita asam urat adalah diet rendah purin. Tujuan dari diet tersebut adalah agar mencapai dan mempertahankan status gizi normal serta menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Menu diet rendah purin dibuat berdasarkan dengan Daftar Bahan Makanan Penukar (DBMP) yaitu daftar bahan makanan dalam ukuran rumah tangga (URT), dalam ukaran gram, dan memuat kandungan:
- protein
- lemak
- karbohidrat
- vitamin
- mineral
Adapun prinsip dari perencanaan menu diet rendah purin yaitu:
- Mengurangi makanan tinggi protein yang mengandung purin seperti jeroan sapi, daging merah, sarden, serta berbagai jenis makanan laut
- Membatasi penggunaan lemak karena pengeluaran purin cenderung menjadi terhambat
- Banyak mengkonsumsi air putih minimal 1,5–2 liter air putih setiap harinya agar asam urat dengan mudah dikeluarkan dan mencegah adanya pengendapan asam urat di ginjal.
- Konsumsi buah mengontrol kadar asam urat serta mendapatkan sifat antioksidan yang bisa meredakan peradangan pada asam urat.
- Perhatikan jenis sayur yang dikonsumsi, sayur memang baik untuk tubuh namun perhatikan pembatasan konsumsi beberapa jenis sayuran hijau yang mengandung tinggi purin, seperti asparagus, kol, bayam, jamur, dan kacang hijau, karena bisa meningkatkan kadar purin dalam tubuh.
- Konsumsi susu rendah lemak atau produk olahannya, seperti yoghurt untuk membantu pengeluaran asam urat melalui urin.
- Hindari minuman beralkohol, makanan kaleng, cepat saji serta membatasi makanan tinggi gula dan penggunaan saus
Itulah tips diet rendah purin untuk asam urat, namun jika kamu merasakan gejala yang mengganggu konsultasikan kembali kodisimu pada tenaga ahli untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizimu dan dapatkan dietmu dengan detail dari ahli gizi!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
