Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Cara Mengatasi ARFID (Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder) untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Balita

Ditulis oleh Prambandanty Poetri Irnandy2 menit baca
Cara Mengatasi ARFID (Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder) untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Balita
ARFID yang terjadi pada anak harus ditangani dengan memperhatikan kelengkapan gizi pada makanan serta teknik pemberian makan yang tepat

Hi NutriCiers!

Balita merupakan kelompok yang rentan akan permasalahan gizi. Status gizi pada balita dapat menjadi penentu bagaimana kualitas sumber daya manusia kedepannya. Kekurangan gizi yang terjadi selama masa pertumbuhan berdampak pada tumbuh kembang yang tidak berjalan secara optimal. Faktor langsung yang dapat menyebabkan kekurangan gizi yaitu asupan dan penyakit penyerta.

Selain dengan melakukan stimulasi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan yang optimal juga harus didukung melalui asupan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan. Sejak usia 6 bulan, anak sudah bisa diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Tekstur makanan yang diberikan kepada anak tentunya harus bertahap, mulai dari tektsur makanan yang lembut hingga makanan keluarga. Selain itu, seiring berjalannya waktu anak mulai bisa memilih makanan yang disukai atau tidak disukai.

Namun tahu kah NutriCiers bahwa permasalahan pemberian makan pada balita masih sering dihadapi oleh orang tua, loh. Tidak jarang kebanyakan orang tua khawatir akan permasalahan makan pada anak yang akan berdampak pada proses tumbuh kembang.

Salah satu permasalahan makan pada balita yaitu ARFID (Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder). ARFID merupakan gangguan makan yang terbilang baru ditemukan oleh para peneliti. Seorang anak yang mengalami ARFID akan mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit serta menghindari jenis makanan tertentu. Pada fase tertentu anak akan mengalami picky eater atau pilih-pilih makanan.

ARFID disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu yang dialami oleh anak ketika makan, seperti perilaku ibu saat pemberian makan pada anak yang dilakukan secara terpaksa, memarahi ketika anak malas makan, jadwal makan yang tidak teratur, terjadi peristiwa buruk seperti tersedak ketika makan dan kebiasaan makan sambil menonton TV.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka asupan gizi pada anak tidak akan tercukupi. Apabila dibiarkan akan berdampak pada proses tumbuh kembang. Oleh karena itu, ARFID yang terjadi pada anak harus ditangani dengan memperhatikan kelengkapan gizi pada makanan serta teknik pemberian makan yang tepat.  Berikut penanganan yang bisa dilakukan!

  1. Konsultasikan kepada dokter untuk memastikan anak mengalami ARFID atau bukan.
  2. Buatlah jadwal makan yang teratur.
  3. Anak merupakan peniru yang sangat andal, sehingga sebagai orang tua sudah seharusnya memberikan contoh yang baik. Berikan contoh seperti ketika waktunya makan tidak boleh sambil menonton TV.
  4. Berikan makanan yang bervariasi dan menarik agar asupan gizinya terpenuhi.
  5. Ajak anak untuk berkomunikasi terkait makanan yang akan dikonsumsi.

Itu dia NutriCiers, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani anak yang mengalami ARFID. Jangan lupa konsultasikan kepada ahli gizi untuk memastikan asupan makanan anak sudah memenuhi kebutuhan gizinya.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#gangguan makan#gizi anak#gizi seimbang#Information#MP-ASI#pertumbuhan dan perkembangan anak#picky eater#status gizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Hubungan Alergi Makanan dengan Asma

Hingga saat ini belum ditemukan adanya hubungan langsung antara alergi makanan dengan asma, tetapi beberapa penelitian telah mengarah pada kemungkinan tersebut. Sumber gambar : https://www.freepik.com

Sabela Nadhira Rakhmatika

Alternatif Daging Untuk Plant-Based Diet?

Tahukan kamu tentang “daging” untuk plant-based diet? Seringkali kita bertanya-tanya, terbuat dari apa olahan “daging” tersebut? Faktanya, ada beberapa alternatif “daging” untuk plant

Martha Clarissa Junestita