Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Alternatif Daging Untuk Plant-Based Diet?

Ditulis oleh Martha Clarissa Junestita2 menit baca
Alternatif Daging Untuk Plant-Based Diet?

Halo NutriCiers!

Tahukan kamu tentang “daging” untuk plant-based diet? Seringkali kita bertanya-tanya, terbuat dari apa olahan “daging” tersebut?

Faktanya, ada beberapa alternatif “daging” untuk plant-based diet. Beberapa diantaranya itu terbuat dari gluten (gandum), kacang kedelai, kacang lentil, jamur dan masih banyak lagi.

Alternatif daging yang terbuat dari gluten dikenal dengan istilah “seitan”. Seitan ini sangat populer di kalangan individu yang menerapkan vegan dan vegetarian diet karena dianggap sebagai salah satu sumber makanan tinggi protein.

Bahan utama seitan sendiri adalah tepung gandum dan tepung terigu. Dalam proses pembuatan, memang ada penambahan beberapa bahan makanan lainnya seperti bawang-bawangan, garam, merica dan lain sebagainya.

Cita rasa seitan sendiri cukup netral, padat dan kenyal sehingga sangat cocok digunakan untuk bahan dasar dalam memasak dan dapat dikombinasikan dengan berbagai macam jenis bumbu dan rempah.

Kelebihan seitan sebagai pengganti daging

  1. Memiliki kandungan zat gizi seperti zat besi dan kalium, juga tinggi protein
  2. Rendah kalori dan rendah lemak, cocok untuk individu yang sedang diet menurunkan berat badan
  3. Rasa yang netral sehingga cocok untuk dijadikan sebagai bahan dasar berbagai macam masakan seperti sate, bakso, burger dan lain sebagainya
  4. Aman untuk individu yang alergi dengan kacang kedelai
  5. Cara pembuatan yang terbilang cukup mudah dan dapat dilakukan di rumah.

Kekurangan seitan sebagai pengganti daging

  1. Tidak cocok untuk individu yang memiliki diagnosa celiac disease
  2. Tidak mengandung semua asam amino esensial sehingga perlu tambahan protein lainnya untuk konsumsi jangka panjang.

Perlu diketahui, walaupun seitan rendah kalori dan lemak, sebaiknya seitan tidak dijadikan makanan pokok sehari-hari. Jika ingin mengonsumsi seitan, ada baiknya membuat sendiri di rumah untuk menghindari kandungan gula dan natrium yang tinggi.

Selain itu, kombinasikan juga dengan bahan makanan lainnya seperti karbohidrat kompleks, sayuran, lemak tak jenuh dan juga sumber protein lain seperti kacang-kacangan, tahu dan tempe yang sangat cocok untuk individu yang menerapkan vegan dan vegetarian diet.

Jangan lupa tetap konsultasikan dietmu dengan ahlinya. Yuk Download aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizimu!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Information#keberagaman makanan#makanan#vegan#vegetarian

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Yuk, Cegah Alzheimer pada Lansia!

Lakukan diet mediterania, diet dash dan puasa intermiten untuk cegah Alzgeimer pada lansia sumber gambar : freepik Hai, NutriCiers! Penyakit pada lansia akan berpengaruh pada kemampuan dalam melakukan

Shabrina Olivia Mumtaz

Optimalkan Fungsi Otak dengan Minum Air

Air berfungsi sebagai alat transport zat gizi ke dan dari otak. Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/woman-drinking-water-1458671/ Hai, NutriCiers! Sudah bukan rahasia lagi jika air sangatlah

Bariza Diah Astari