Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

DBD dan juga Gejalanya : Mematikan Kah?

Ditulis oleh Annisaa Fairuz Tyara2 menit baca
DBD dan juga Gejalanya : Mematikan Kah?
Mengenali gejala-gejalanya merupakan hal penting dalam penanganan penyakit demam berdarah

Halo NutriCiers!

Demam berdarah adalah sebuah virus yang ditularkan oleh nyamuk, di mana penyebab utamanya nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit demam berdarah ini merupakan salah satu penyakit menular. Penyakit demam berdarah ini, atau yang biasa dikenal dengan sebutan DBD, merupakan penyakit yang sudah lama berkembang di dunia loh NutriCiers. Penyakit DBD ini sudah berkembang di dunia pada beberapa dekade kebelakang. Yang berarti, dengan perkembangan yang sudah sejak lama, DBD sendiri sudah menyerang di 100 negara, dan sudah disebut sebagai endemik. Endemik sendiri memiliki arti bahwa suatu penyakit selalu muncul dalam suatu kelompok atau pada suatu wilayah geografis.

Di Indonesia sendiri mengumumkan bahwa pertanggan Juli 2020, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mencapai 71.633 kasus! Di mana kasus itu tersebar di berbagai wilayah. Jumlah kasus kematian pada DBD untuk tahun 2020 masih terbilang rendah dibandingkan dengan kasus kematian di tahun 2019. Nah NutriCiers, tahu gak sih kalau penderita DBD itu perlu penanganan dan juga perawatan yang baik dan benar dari tenaga kesehatan, karena banyaknya risiko yang akan timbul pada pasien DBD, seperti ketidakefektifan perfusi jaringan, nyeri akut, hipertermi, kekurangan cairan, risiko pendarahan, risiko syok, ketidakseimbangan asupan gizi, dan ketidakefektifan pola pernapasannya.

Pada terjadinya DBD ada yang disebut dengan masa inkubasi, di mana masa tersebut adalah waktu yang diperlukan ketika nyamuk menggigit dan memasukkan virusnya ke dalam tubuh manusia. Selama masa tersebut, virus yang sudah masuk ke dalam tubuh akan melakukan perbanyakan diri di dalam tubuh selama sekitar 4 hari sampai dengan seminggu lamanya. Pada gejala demam berdarah yang harus diperhatikan antara lain adalah :

  1. Demam yang tinggi (40o Celcius)
  2. Nyeri pada bagian belakang mata
  3. Muncul bintik kemerahan di kulit
  4. Mulut kering
  5. Sesak nafas atau pola nafas yang tidak beraturan
  6. Nyeri pada persendian dan juga nyeri pada otot

Jika sudah merasakan gejala yang ada di atas, maka sebaiknya segera periksakan ke rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat ya NutriCiers! Karena, dalam penanganan DBD ini, kita harus mendapatkan perawatan khusus dari para ahlinya. Cukup istirahat, minum minimal 8 gelas perhari, akan dapat membantu kita terhindar dari dehidrasi pada saat terkena DBD. Jadi, terus jaga kesehatan ya NutriCiers, terlebih pada masa pandemi seperti ini, karena sehat adalah kunci untuk bahagia!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#dbd#Healthy#mencegah DBD#news#nyamuk aedes#Pemulihan DBD

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Yuk Kenali Apa Itu Thalasemia?

Thalasemia merupakan penyakit genetik berupa kelainan hemoglobin Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/blood-donor-nurse_9174325.htm#page=1&query=blood&position=4 Halo Nutriciers! Thalas

Sabela Nadhira Rakhmatika

Apakah air hujan aman untuk dikonsumsi?

Air hujan tidak dapat langsung dikonsumsi. Air hujan memiliki kandungan fluor yang rendah Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-vector/nature-raining-scene_3849170.htm#page=1&query=rain&positio

Anisa Gita Ayu Sekarini