Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Hepatitis B pada Ibu Hamil, Bahaya atau Tidak?

Ditulis oleh Anis Putri Fadhilah2 menit baca
Hepatitis B pada Ibu Hamil, Bahaya atau Tidak?

Hepatitis B dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kondisi malnutrisi

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/doctor-takes-blood-analysis-from-vein-from-pregnant-woman_10231567.htm#query=pregnant&position=12

Halo NutriCiers!

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit serius akibat dari virus hepatitis B yang menginfeksi organ hati. Penyakit Hepatitis B dapat menyerang semua umur, gender dan ras di seluruh dunia. Ibu hamil termasuk salah satu kelompok yang mudah terinfeksi hepatitis. 

Berdasarkan Sistem Informasi Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (SIHEPI) tahun 2018-2019, jumlah ibu hamil yang diperiksa hepatitis B sebanyak 1.643.204 di 34 provinsi. Hasilnya, sebanyak 30.965 ibu hamil reaktif (terinfeksi virus hepatitis B). Ibu hamil dengan penyakit hepatitis B, 90-95% akan menularkan langsung kepada bayinya. Berdasarkan Permenkes No. 52 Tahun 2017 salah satu kegiatan untuk menurunkan angka penularan, kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Hepatitis B dari ibu ke anak dengan melakukan deteksi dini minimal 1 kali selama masa kehamilan.

Ibu hamil dengan Hepatitis B berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan memiliki dampak jangka panjang pada tumbuh kembangnya dimasa mendatang serta bayi berisiko mengalami kematian dibandingkan dengan bayi yang berat lahirnya normal (>2500 gram).

Penyakit hepatitis B dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kondisi malnutrisi. Jadi untuk menjaga kondisi tubuh ibu dan janin, diperlukan banyak mengonsumsi makanan bergizi dan tetap melakukan aktivitas fisik.

Bagi ibu hamil penderita hepatitis B tidak ada diet khusus, konsumsi makanan dengan gizi seimbang adalah tepat untuk tetap sehat dan bayi di dalam kandungan tidak akan kehilangan sumber makanan. Makanan bergizi seimbang untuk ibu hamil terdiri dari sumber karbohidrat, protein, sayur buah, dan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi. Terkecuali makanan yang mengandung gas; durian, nangka, nanas, kol, daun singkong, ketimun, tape, dan minuman bersoda tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil.

Hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil penderita hepatitis B dalam makanannya:

1. Membatasi penggunaan santan, mentega, serta margarin

2. Menghindari konsumsi daging tinggi lemak

3. Menghindari konsumsi makanan pedas

4. Membatasi konsumsi makanan asin

5. Menghindari konsumsi junk-food

6. Membatasi konsumsi makanan dengan pemanis tambahan

7. Menghindari konsumsi masakan mentah atau setengah matang

8. Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol

Penanganan ibu hamil dengan penyakit hepatitis B tidak berbeda penanganannya pada wanita biasa yaitu cukup istirahat, konsumsi makanan yang bersih, dan bergizi, serta berolahraga. Sebagian besar tidak memerlukan perawatan di rumah sakit kecuali terjadi muntah, tidak dapat makan atau menunjukkan gejala hepatitis yang lebih berat, jika terjadi segera datang ke rumah sakit untuk langsung ditangani.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Menjaga Kesehatan Ginjal Bersama Yoga

Gerakan fisik dan posisi tubuh pada yoga dapat meningkatkan fungsi ginjal Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/trainer-assisting-group-people-with-stretching-exercise_975888.htm#page=1&q

Felicia Magdalena Kweesar