Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Ajak Si Kecil Belajar Sambil Bermain untuk Menunjang Perkembangannya

Ditulis oleh Muthia Syifa Rahmadina2 menit baca
Ajak Si Kecil Belajar Sambil Bermain untuk Menunjang Perkembangannya
Permainan puzzle, perburuan, menggambar, mewarnai dan melukis merupakan beberapa permainan yang dapat digunakan untuk menstimulus perkembangan otak dan motorik anak.

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/smiley-mother-playing-home-with-her-children_13108825.htm#page=1&query=children%20playing&position=8

Hai NutriCiers!

Biasanya anak kecil atau balita itu lagi banyak banget tingkahnya ya. Mereka sering lari sana-sini, coret-coret di mana pun itu, gonta-ganti mainan karena bosan, atau lainnya. Terkadang, ini membuat kita capek dan kesal ya, NutriCiers? Tapi jangan dimarahin ya karena itu hal normal yang bisa menstimulus perkembangan otak dan motoriknya.

Sejak anak lahir hingga berusia 8 tahun merupakan waktu yang sangat baik untuk perkembangan otak, motorik, emosi, bahasa, kemampuan bersosialisasi serta berinteraksi, dan lainnya. Jadi, waktu-waktu ini perlu dimanfaatkan dengan memberi banyak pengetahuan dasar dan pengalaman pada anak. Tidak harus lewat belajar yang serius. Kita bisa mengubah suasananya menjadi lebih seru, yaitu dengan bermain. Bermain bisa membuat balita lebih mengeksplor yang ada di sekitarnya dan ini mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka. Coba ajak mereka bermain beberapa permainan di bawah ini.

  1. Puzzle

Bermain puzzle meningkatkan perkembangan kognitif dan kemampuannya akan penyusunan strategi karena balita harus memikirkan bagaimana potongan-potongan puzzle yang bertebaran bisa bergabung kembali dan membentuk suatu gambar yang utuh. Ini sekaligus membuat mereka belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa terdapat peningkatan tingkat kognitif pada anak berusia 4-5 tahun setelah diintervensi dengan permainan puzzle. Bisa juga ajak balita bermain permainan setipe, seperti menyusun bangunan dari balok-balok atau permainan balok yang berbentuk bangun datar sehingga pengetahuannya akan macam-macam bentuk juga bertambah.

  1. Permainan Perburuan

Bermain perburuan atau tebak-tebakan warna, benda, gambar, atau objek lainnya membuat anak berpikir dan memperhatikan sekitar agar menemukan objek tersebut. Ini juga memperkaya kosa kata mereka.

  1. Permainan Berkelompok

Bermain petak umpet, ular naga, masak-masakan, kelereng, atau permainan berkelompok lainnya sangat bagus untuk pengembangan pengetahuan serta keterampilan sosial dan emosional. Balita belajar bagaimana cara untuk berinteraksi, berbagi mainan, dan ini juga membuat mereka belajar mengenai kepemimpinan dalam sebuah kelompok. Permainan yang melibatkan pergerakan tubuh ini juga bisa meningkatkan perkembangan motorik. Permainan dengan beberapa aturan yang dilakukan secara bersama dalam satu kelompok membuat balita belajar cara bernegosisasi, berkoordinasi, dan bersosialisasi.

  1. Menggambar, Mewarnai, Melukis

Ketiga hal ini merupakan visual art yang bisa meningkatkan keterampilan linguistik dan berpikir. Ini membuat balita belajar cara menggambarkan hal yang mereka lihat. Mereka juga bisa menambah pengetahuannya mengenai berbagai jenis warna dan pola.

Tentunya permainan yang merangsang perkembangan balita tidak terbatas pada yang sudah disebutkan ya. Kita bisa terus mengajak balita melakukan kegiatan-kegiatan lain. Tentunya yang bisa meningkatkan perkembangannya sehingga mereka bisa berprestasi dan menjadi generasi bangsa yang produktif nantinya.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Balita#Healthy#Information#keterampilan berbicara#perkembangan motorik#perkembangan otak#permainan#prasekolah

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya