Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Buat Lingkungan Kerja di Rumah Bebas DBD!

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Buat Lingkungan Kerja di Rumah Bebas DBD!
Untuk menjaga lingkungan rumah bebas DBD, perlu pengurasan dan penutupan tempat penampungan air, daur ulang, dan tindakan pencegahan lainnya
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/happy-woman-sitting-sofa-using-laptop-home_8195250.htm#page=1&query=work%20from%20home&position=27

Halo, NutriCiers!

Dalam kondisi new normal, terkadang kita masih diharuskan untuk bekerja di rumah untuk mengurangi angka penularan COVID-19 di tempat kerja. Akibatnya, kita semakin banyak menghabiskan waktu di rumah. Meski demikian, menghabiskan waktu di dalam rumah bukan berarti bebas dari semua penyakit, lho. Salah satu penyakit yang tetap tinggi prevalensinya di tengah pandemi adalah demam berdarah dengue (DBD). Pada tahun 2020, kasus DBD di Indonesia mencapai angka 95.893.

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue, yakni DENV 1–4. Virus ini ditularkan ke manusia, terutama oleh nyamuk Aedes betina. DBD dapat ditularkan pada semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. DBD dapat ditandai dengan demam tinggi yang naik turun selama 3 hari hingga 1 minggu, sakit kepala berat, nyeri otot dan sendi, muntaber, dan masih banyak lagi. Biasanya penularan DBD tinggi pada musim hujan karena lingkungannya yang mendukung untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes.

Apabila kita tidak melakukan langkah-langkah pencegahan, maka DBD bisa saja menimpa diri kita. Tentunya hal ini dapat berdampak pada produktivitas kerja dan dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19 apabila sampai harus dirawat di RS. Kabar baiknya, dengan banyaknya waktu yang kita miliki di rumah, maka kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan langkah pencegahan DBD. Oleh karena itu, yuk kita terapkan langkah 3M Plus berikut ini!

1. Menguras: kuraslah tempat penampungan air seperti bak mandi, toren air, dan tempat penampungan air lainnya. Jangan lupa menggosok dinding tempat penampungan air untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding. Lakukan kegiatan ini setiap hari pada musim hujan atau pancaroba untuk memutus siklus hidup nyamuk.

2. Menutup: tutuplah tempat penampungan air seperti bak atau drum air dengan rapat. Lakukan juga penguburan barang bekas ke dalam tanah untuk mengurangi potensi dijadikannya sarang nyamuk.

3. Mendaur ulang: manfaatkanlah barang bekas yang bisa didaur ulang seperti plastik, kaleng, dan kardus bekas. Selain meningkatkan nilai ekonomisnya, kita juga dapat mengurangi penumpukan sampah yang berpotensi sebagai sarang nyamuk.

4. Plus: lakukan tindakan pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, dan memasang kawat kasa pada jendela serta ventilasi. Jika memungkinkan, lakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Namun, tetap perhatikan protokol kesehatan COVID-19, ya, NutriCiers!

Nyamuk Aedes dapat menyerang siapa saja. Karena itu, yuk kita berantas sarangnya! Selain mencegah DBD, rumah juga semakin nyaman untuk dijadikan kantor sementara kita selama work from home.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#3M Plus#Covid-19#dbd#demam berdarah#Healthy#Information#kesehatan#mencegah DBD#nyamuk aedes#pandemi#PHBS#rumah#WFH#work from home

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya