Benarkah Tablet Tambah Darah (TTD) Ampuh untuk Mencegah Anemia?
Hi NutriCiers!
Angka penderita anemia di Indonesia bisa terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia di Indonesia mencapai 21,7%, dengan 26,4% diantaranya adalah anak-anak berumur 5-14 tahun dan 18,4% nya adalah remaja 15-24 tahun.Per tahun 2018, data Riskesdas menunjukkan bahwa 3-4 orang dari 10 remaja pasti menderita anemia dengan prevalensi sebesar 32%. Melihat perkembangannya, anemia sudah dianggap sebagai masalah gizi utama di Indonesia, khususnya pada anak-anak dan remaja. Anemia seringkali terjadi akibat kurangnya zat besi dan protein dari asupan akibat pola makan dan pemenuhan gizi yang kurang optimal, serta rendahnya aktivitas fisik.
Anemia sendiri bisa berdampak signifikan pada penderitanya seperti mengalami kelelahan, lesu/letih, serta nafsu makan yang menurun sehingga mempengaruhi tingkat produktivitas si penderita. Selain itu, anemia juga bisa meningkatkan kerentanan penyakit pada seseorang dan khususnya bagi perempuan dapat berisiko melahirkan keturunan yang bermasalah gizi. Untuk mencegah peningkatan angka kejadian anemia, penanggulangan yang telah dilakukan oleh Kemenkes RI antara lain memberikan edukasi tentang gizi seimbang, promosi tentang penerapan hidup sehat dan bersih, fortifikasi zat besi di bahan makanan, dan yang utama adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) khususnya pada remaja putri. Awal mulanya, pemerintah mendistribusikan TTD melalui sekolah-sekolah, namun karena situasi pandemi, pendistribusiannya disesuaikan dengan kebijakan pemerintahan daerah masing-masing.
Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, apa benar Tablet Tambah Darah (TTD) bisa mencegah anemia?
Penting untuk NutriCiers ketahui, bahwa ada loh hubungan yang signifikan antara individu yang patuh konsumsi TTD dengan kejadian anemia, khususnya pada remaja putri. Faktanya, konsumsi TTD secara rutin oleh remaja putri dapat mempengaruhi kadar Hemoglobin (Hb) darah sehingga tetap stabil/normal. Kondisi hemoglobin yang normal tentunya berbanding lurus dengan status anemia yang normal pula sehingga dapat mencegah dan mengatasi penyakit anemia. Sebaliknya, individu yang tidak rutin konsumsi TTD dinyatakan berisiko menderita anemia sebesar 61.55 kali dibanding individu yang patuh mengkonsumsi TTD. Maka dari itu, upaya pemerintah untuk mendistribusikan TTD ke seluruh Indonesia dapat disimpulkan sebagai cara yang efektif karena peluang penderita anemia akan semakin rendah.
Tapi, NutriCiers harus tahu bahwa konsumsi TTD yang paling efektif adalah jika meminumnya dengan air putih, loh. Direkomendasikan juga untuk mengonsumsi TTD bersamaan dengan vitamin C dan makanan hewani, supaya zat besi yang terkandung lebih mudah terserap. Konsumsi TTD jangan dibersamai dengan obat maag, karena obat maag dapat menghambat penyerapan zat besi dalam TTD dan meningkatkan asam lambung.
Nah, NutriCiers sekarang sudah paham dong seberapa ampuh TTD? Yuk, konsumsi dari sekarang agar terhindar dari anemia!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
