Dukungan Sosial: Seberapa Pentingkah bagi Pasien Amputasi?
Hai, NutriCiers!
Kanker Tulang, atau yang di dalam dunia medis disebut dengan osteosarkoma merupakan tumor ganas primer yang biasa terjadi pada usia anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita dengan perbandingan 2:1 yang terjadi di area metafisis tulang panjang seperti tulang paha. Insidensi osteosarkoma di dunia mencapai 3,4 juta orang per tahun. Keluhan yang terjadi pada penderita osteosarkoma biasanya adanya rasa nyeri pada area yang terkena berupa nyeri pada malam hari, nyeri yang semakin memburuk tanpa ada gejala infeksi atau awal cedera yang jelas. Gejala yang seperti ini sangat dikhawatirkan karena tidak diketahui dengan jelas penyebabnya.
Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik berupa pergerakan sendi menjadi terbatas dan nyeri saat menumpu berat badan. Mengetahui letak tumor pada kanker tulang dapat diketahui dengan pemeriksaan radiologi berupa X-Ray, CT-Scan dan MRI. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui tindakan operatif yang dapat dilakukan dan dapat membantu untuk menilai batas serta struktur disekitar tumor. Jika tumor tidak segera ditangani, maka pembengkakkan akan menjadi lebih parah, sehingga terjadi keterbatasan melakukan aktivitas dimana pemberian kemoterapi sudah tidak memungkinkan. Maka, tindakan yang perlu dilakukan yaitu mengamputasi bagian tubuh yang terinfeksi tumor. Amputasi merupakan pilihan terakhir dalam pengobatan agar tidak memperparah keadaan tubuh pasien yang dapat menimbulkan komplikasi serta infeksi.
Dalam pemilihan tindakan dan setelah amputasi, dukungan sosial dari orang sekitar pada pasien sangatlah diperlukan. Setelah amputasi akan terjadi perubahan mobilitas yang drastis. Rasa cemas dan khawatir sering kali timbul. Muncullah pikiran negatif seperti rendahnya harga diri ataupun rendahnya citra tubuh. Jika hal ini tidak diperhatikan, bisa berdampak menjadi stress yang akan berdampak depresi sehingga memperparah keadaan pasien. Salah satu dukungan sosial yang paling dekat dengan pasien adalah keluarga. Kondisi keluarga yang kondusif, nyaman, saling mendukung, memiliki hubungan spiritual yang baik, serta saling terbuka dapat membantu pasien dalam meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, dukungan sosial yang berasal dari perawat rumah sakit atau teman terdekat sebagai salah satu support system pasien juga sangat berpengaruh pada kondisi psikologis pasien. Pasien perlu juga meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri agar mampu menerima keadaan dan optimis akan kesembuhannya.
Dukungan sosial khususnya keluarga dan orang-orang terdekat tentu sangat dibutuhkan bagi pasien amputasi, NutriCiers. Namun, support pada diri sendiri juga perlu dengan cara mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada, whenever you're ready!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
