Pekerjaan Yang Beresiko Terhadap Hepatitis B dan Cara Pencegahannya!
Halo NutriCiers!
Penyakit hepatitis merupakan salah satu masalah kesehatan besar di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini termasuk infeksi hepatitis B yang merupakan salah satu jenis hepatitis dari lima jenis lainnya. Hepatitis B disebabkan oleh infeksi dari “Virus Hepatitis B” (VHB). Ketika terinfeksi, beberapa tanda dan gejala umum yang muncul yaitu merasa lelah, nyeri pada sendi, kehilangan nafsu makan, perubahan warna urin menjadi kehitaman, dan juga kulit dan bagian putih mata menguning.
Pada orang dewasa, penderita hepatitis B sangat berpotensi untuk mengalami peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Oleh sebab itu, penularan hepatitis pada orang dewasa harus menjadi perhatian dan dicegah, yang salah satunya melalui pencegahan dari tempat kerja. Namun sebelum itu, kita harus melihat terlebih dahulu jenis pekerjaan seperti apa sih yang beresiko tinggi untuk terjangkit penyakit ini.
Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui kontak darah yang terinfeksi dan cairan tubuh penderita. Karena itu, jenis pekerja yang sangat beresiko adalah mereka yang mengalami kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh, seperti petugas kesehatan (dokter, perawat, dan pekerja laboratorium medis), serta petugas darurat dan penyelamat (petugas polisi, pemadam kebakaran, dan petugas ambulans). Untuk melindungi diri dari penularan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:
- Melakukan vaksin hepatitis B. Pemberian suntik vaksin sangat direkomendasikan karena efektifitasnya yang terjamin tinggi untuk mencegah penularan virus hepatitis B. Namun sejumlah efek samping dapat terjadi setelah pemberian vaksin, seperti rasa nyeri, pegal, sakit kepala, mual, dan demam.
- Menerapkan tindakan pencegahan umum. Terapkanlah beberapa tindakan pencegahan, seperti menggunakan sarung tangan atau pelindung wajah untuk melindungi diri dari percikan darah atau cairan tubuh penderita. Selain itu juga cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan pasien dan buanglah langsung jarum bekas pakai pada tempatnya.
- Menerapkan tindakan pengendalian. Tindakan pengendalian yang dapat dilakukan berupa secara rutin mensterilisasi peralatan dan area yang digunakan oleh penderita.
Nah, itu dia beberapa tindakan yang bisa dilakukan agar terhindar dari hepatitis B di tempat kerja. Selain pekerja, ternyata ada beberapa pihak lain juga yang beresiko tinggi terhadap penyakit ini dan dianjurkan untuk menerima vaksin. Pihak-pihak tersebut yaitu orang yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B, orang yang menggunakan obat suntik atau berhubungan seks dengan pengguna obat suntik, penderita penyakit hati kronis dan penyakit ginjal. Nah, waspadalah dan jaga diri agar tetap terhindar dari hepatitis B ya, NutriCiers!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
