Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Obesitas dan Hipertensi : Dua Hal yang Tidak dapat Dipisahkan

Ditulis oleh Silvia Bufa Amanda2 menit baca
Obesitas dan Hipertensi : Dua Hal yang Tidak dapat Dipisahkan
Obesitas dapat membuat risiko seseorang terkena hipertensi 5 kali lipat lebih besar

Halo, NutriCiers!

Penyakit hipertensi diketahui sebagai penyebab kematian terbesar dari kelompok penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi kematian sebesar 13%. Di Indonesia sendiri, hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penderita hipertensi adalah sebesar 34,1%. Salah satu faktor risiko dari hipertensi adalah obesitas.

Lalu, apa hubungannya kondisi obesitas dengan hipertensi? Yuk, simak informasi di bawah ini!

Prevalensi kejadian obesitas terus meningkat setiap tahunnya. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penduduk dewasa berjumlah 21,8%. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang sering dijumpai pada penyakit hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian obesitas dengan hipertensi. Studi Framingham menyatakan bahwa sebanyak 26% laki-laki dan 28% perempuan penderita hipertensi mengalami obesitas.

Obesitas dikatakan menjadi salah satu faktor risiko hipertensi karena semakin besar massa tubuh seseorang, maka akan semakin banyak darah yang dibutuhkan untuk menyuplai oksigen serta nutrisi ke otot dan jaringan lain.

Pada orang yang mengalami obesitas, terjadi pemanjangan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan terjadinya resistensi darah. Resistensi darah membuat darah yang seharusnya mampu menempuh jarak lebih jauh dengan mudah menjadi membutuhkan tekanan yang lebih tinggi untuk menjangkau jarak yang jauh. Kondisi ini juga dapat diperparah oleh adanya sel-sel jaringan lemak yang memproduksi senyawa merugikan bagi jantung dan pembuluh darah, yang menyebabkan tingginya tekanan darah pada pembuluh darah.  

Penderita obesitas akan mengalami kondisi yang disebut dengan resistensi insulin, dimana sel tidak dapat mengenali insulin sehingga glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel. Obesitas juga akan mempengaruhi penyerapan natrium dalam ginjal. Kedua kondisi tersebut akan menyebabkan peningkatan aktivitas saraf sempatis dan sistem renin angiotensin yang berperan meningkatkan tekanan darah.

Dengan mekanisme di atas, penderita obesitas dengan IMT >30 kg/m2 memiliki risiko terkena hipertensi 5 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen berat badan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit hipertensi. Manajemen berat badan ini dapat dilakukan dengan rutin mengkonsumsi sayur dan buah, membatasi konsumsi kalori yang berlebihan, serta memperbanyak aktivitas fisik.

Nah itu tadi sekilas informasi mengenai obesitas dan hipertensi. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan sobat NutriCiers semua!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#berat badan#darah#Hari Hipertensi#Hari Hipertensi Sedunia#Healthy#hipertensi#Information#news#obesitas#pembuluh darah#Tekanan Darah#tekanan darah tinggi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Kandungan Gizi Biskuit PMT di Posyandu

PMT (Pemberian Makanan Balita) dibuat untuk melengkapi kebutuhan gizi balita untuk mencapai berat badan sesuai usia yang tersedia di Posyandu. Foto: Dok. pribadi Hi NutriCiers! Yuk, ke posyandu setiap

Maharani Kusuma Dewi

Menjaga Kesehatan Ginjal, Mudah Tidak Sih?

Menjaga kesehatan ginjal dengan olahraga, memeriksa kesehatan berkala, mengkonsumsi air putih dan makanan secukupnya Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/gradient-kidney-day-illustration

Annisaa Fairuz Tyara