Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Pengaruh Food Influencer Terhadap Perilaku Pola Makan Masyarakat

Ditulis oleh Lita Delita5 menit baca
Pengaruh Food Influencer Terhadap Perilaku Pola Makan Masyarakat

Hallo Nutriciers!

Tahukah kamu? Dalam era digital yang terkoneksi secara luas saat ini, tren makanan viral telah menjadi fenomena yang memengaruhi pola makan masyarakat secara signifikan. Salah satu faktor yang berkontribusi pada tren ini adalah peran food influencer di platform media sosial.

Pada masa sekarang, kehadiran food influencer menjadi pendorong utama di balik popularitas dan viralitas sebuah hidangan, hal ini dapat berpengaruh terhadap perubahan pandangan dan kebiasaan makan masyarakat dalam waktu singkat dan dapat berpengaruh besar dalam memodifikasi gaya hidup sehari-hari. Di jaman modern saat  ini, muncul kecenderungan perilaku makan yang tidak mementingkan gizi dan kualitas dari makanan yang dikonsumsi. Kecenderungan masyarakat yang menyukai pangan olahan, makanan yang diawetkan dan cepat saji yang jelas-jelas kurang sehat. Timbul permasalahan penyakit yang disebabkan karena makanan yang kurang sehat. Dengan konsumsi pangan yang tidak seimbang dapat mengakibatkan berbagai penyakit degeneratif dan hal ini tidak banyak disadari oleh masyarakat Indonesia. Hingga kini Indonesia masih mengalami masalah gizi baik gizi kurang, gizi buruk, stunting (pendek) maupun gizi lebih (obesitas). Konten makanan mulai berkembang dibahas oleh para Influencer dan tidak dapat dipungkiri hal ini berpengaruh pada tingkat kesehatan dan pola konsumsi masyarakat hari ini. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pola makan seseorang diantaranya :

  • Faktor budaya
  • Agama/kepercayaan
  • Status sosial ekonomi
  • Personal preference
  • Rasa lapar
  • Nafsu makan
  • Rasa kenyang
  • Kesehatan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pola makan seseorang
  1. Pengaruh Menonton Mukbang dan Preferensi Makanan Masyarakat

Video mukbang menjadi tren saat ini terutama pada kalangan dari usia remaja hingga dewasa. Menonton mukbang dapat menumbuhkan rasa terhubung secara emosional dengan orang lain, sebagai bentuk pemujaan bagi sebagian orang, kepuasan dan hiburan serta bentuk pelarian bagi orang yang sedang diet atau tidak dapat mengakses berbagai macam makanan. Mukbang juga menyebabkan wanita yang sedang berdiet memiliki keinginan yang lebih kuat untuk mengonsumsi makanan.

Sebagian besar subjek kadang merasa bahwa menonton video mukbang meningkatkan selera makan dan menonton video mukbang sambil makan membuat makanan lebih nikmat. Kebiasaan menonton video mukbang dapat mengubah pola makan seseorang. Hal ini karena tampilan makanan yang disajikan sangat menarik sehingga akan merangsang pusat makan di otak dan mempengaruhi asupan makan yang berlebih.

Preferensi makan terkait fastfood atas makanan yang ditonton di video mukbang berhubungan dengan frekuensi konsumsi protein, sayur dan fastfood. Fastfood merupakan makanan yang sering muncul di video mukbang, beberapa dari fastfood berbahan makanan sumber protein hewani misal, daging ayam, daging sapi ataupun seafood. Terkait makanan yang sama seperti di video mukbang, sebagian besar subjek menyatakan akan membeli makanan yang sama seperti di video mukbang. Adapun video makanan yang menampilkan makanan sehat, cenderung tidak berpengaruh terhadap peningkatan asupan sayur.

  1. Peran Food Influencer dalam Menciptakan Tren Makanan Viral

Di tengah lautan konten digital yang terus berkembang, peran food influencer telah menjadi pilar utama dalam menciptakan dan mempopulerkan tren makanan viral. Dengan jangkauan yang luas di platform-platform media sosial, para influencer kuliner telah berhasil menciptakan dampak yang signifikan dalam mengubah pola makan dan preferensi kuliner di kalangan masyarakat.

Food influencer, dengan konten-konten kreatif mereka, mampu menciptakan antusiasme yang luar biasa terhadap makanan tertentu. Melalui foto-foto menarik, video resep, atau ulasan kuliner, mereka menghadirkan sebuah cerita di sekitar makanan yang dihadirkan.

Daya sebar yang dimiliki oleh food influencer tidak dapat dianggap remeh. Ketika seorang influencer mencicipi makanan baru atau mengulas restoran tertentu, pesan tersebut bisa menyebar ke ribuan bahkan jutaan pengikut mereka dalam hitungan jam. Efek viral dari ulasan positif atau pengalaman yang menarik mengakibatkan makanan tersebut menjadi tren yang sangat diminati secara mendadak.

Peran food influencer bukan hanya sebatas dalam menciptakan tren, tetapi juga dalam memperkuat citra merek dan produk kuliner. Mereka sering kali bekerja sama dengan merek makanan atau restoran untuk memberikan eksposur yang luas. Keselarasan antara citra influencer dengan merek yang dipromosikan menciptakan daya tarik yang kuat bagi pengikut untuk mencoba produk yang direkomendasikan.

Food influencer memiliki kekuatan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap makanan tertentu. Mereka tidak hanya memberikan ulasan, tetapi juga menciptakan narasi yang mempengaruhi bagaimana orang melihat, menilai, dan menikmati makanan. Dalam banyak kasus, hal ini dapat memicu minat yang lebih besar terhadap makanan sehat atau alternatif diet tertentu.

  1. Pengaruh Food Influencer terhadap Pilihan Makanan dan Gaya Hidup

Dalam era di mana media sosial menjadi jendela utama bagi tren kuliner, peran food influencer memiliki dampak yang signifikan terhadap pilihan makanan dan gaya hidup masyarakat. Para influencer memiliki kekuatan untuk mempopulerkan makanan tertentu dengan menyajikannya dalam format yang menarik dan menggiurkan. Misalnya, ulasan mendalam tentang pengalaman makan di sebuah restoran atau resep yang mudah diikuti dapat membuat makanan tersebut menjadi daya tarik yang tak bisa diabaikan.

Selain memengaruhi pilihan makanan, pengaruh dari food influencer juga berdampak pada gaya hidup masyarakat. Kehadiran konten-konten tentang makanan sehat, alternatif diet, atau gaya hidup tertentu seringkali dipromosikan oleh para influencer. Informasi-informasi terkait diet tertentu, gaya hidup sehat, atau panduan untuk menciptakan makanan yang seimbang dan bergizi sering kali menjadi fokus dari konten yang disajikan oleh para influencer. Hal ini mengakibatkan pergeseran pola hidup sehari-hari dari sebagian masyarakat yang terinspirasi oleh konten-konten tersebut.

Makanan yang menjadi tren viral sering kali dibangun sebagai simbol status atau gaya hidup tertentu. Sebagai hasilnya, individu cenderung terpengaruh untuk mengikuti tren ini, baik itu untuk eksklusivitas sosial atau sekadar untuk mendapatkan perasaan termasuk dalam lingkungan yang sedang populer.

Selain itu, ketika seseorang merasa tertekan untuk mengikuti tren atau merasa tidak mampu untuk mengakses atau menikmati makanan yang sedang populer, hal ini dapat memicu perasaan kecemasan atau kurangnya rasa percaya diri. Studi ini menunjukkan bahwa tren makanan viral dapat memiliki implikasi psikologis yang cukup dalam bagi sebagian individu.

Dalam aspek sosial, tren makanan viral juga dapat memengaruhi interaksi sosial dan keberagaman masyarakat. Masyarakat cenderung berkumpul atau berbagi pengalaman seputar makanan yang menjadi tren. Namun, ini juga bisa memicu perpecahan atau ketidaksepakatan dalam kelompok masyarakat yang memiliki preferensi makanan yang berbeda. Oleh karena itu disarankan sebelum mengikuti tren makanan viral, jangan lupa rutin cek kesehatan dan konsultasikan makananmu pada ahli gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi mu!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#gangguan makan#makanan#Makanan sehat

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Menjaga Kesehatan Mental lewat Makanan

Makanan yang mengandung antioksidan, vitamin E, vitamin B, mineral, omega-3, folat, dan protein triptofan dapat membantu menjaga kesehatan mental Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/ragam

Felicia Magdalena Kweesar

Moms, Waspada Diare pada Anak!

Anak-anak sangat rentan terkena penyakit diare Sumber gambar : https://www.freepik.com/premium-photo/young-little-boy-kid-wearing-elegant-shirt-standing-withe-isolated-background-with-hand-stomach-bec

Shabrina Olivia Mumtaz