Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Anak Terkena Tuberkulosis? Ini Zat Gizi yang Dibutuhkan!

Ditulis oleh Muthia Syifa Rahmadina2 menit baca
Anak Terkena Tuberkulosis? Ini Zat Gizi yang Dibutuhkan!
Anak yang terkena TB disarankan untuk mengkonsumsi zatgizi makro dan mikro agar tidak memperburuk kondisi
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/world-tuberculosis-day-lungs-white-background_1074703.htm#page=1&query=tuberculosis&position=1

Halo, NutriCiers!

Di Indonesia, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi, salah satunya adalah tuberkulosis (TB). Tuberkulosis merupakan penyakit pernapasan yang terjadi ketika seseorang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis. Penularannya dilakukan melalui udara yang telah terkontaminasi kuman tersebut.

TB tidak hanya diderita oleh orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Berdasarkan laporan dari WHO (2018), setiap tahunnya terdapat sekitar satu juta anak-anak menderita TB dan sebanyak 233.000 di antaranya berujung pada kematian.

Lalu, apa sih hubungan zat gizi TB yang dialami anak?

Pada anak yang mengalami TB, tidak hanya gejala batuk, demam, dan berkeringat pada malam hari yang timbul, tetapi juga penurunan nafsu makan, lesu, dan penurunan berat badan. Anak bisa mengalami kekurangan gizi dan ini akan memperburuk kondisi TB.

Asupan karbohidrat yang cukup diperlukan agar sumber energi tetap tersedia untuk menjalankan fungsi organ-organ tubuh. Jika kurang, tubuh akan menggunakan sumber energi lainnya, yaitu protein. Pemecahan protein otot yang berlebihan untuk dijadikan energi bisa membuat anak mengalami penurunan massa otot dan juga berat badan sehingga tubuhnya terlihat kurus.

Kekurangan protein di dalam tubuh juga menyebabkan terganggunya pembentukan antibodi sehingga anak mudah terinfeksi penyakit karena daya tahan tubuhnya yang menurun. Ini juga mengganggu respons tubuh terhadap pengobatan dan akhirnya akan memperlambat proses penyembuhan dari TB.Padahal, protein dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan tubuh baru yang telah rusak karena infeksi TB. Protein juga berperan dalam proses pertumbuhan, lho.

Beberapa zat gizi lain yang memegang peranan penting dalam pengobatan penyakit TB adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, zink, dan selenium. Vitamin C dan vitamin E meningkatkan respons imun sehingga bisa melawan infeksi bakteri penyebab TB. Suplemen vitamin A dan zink meningkatkan efektivitas dari obat antituberkulosis pada 2 bulan pertama. Selenium juga merupakan komponen penting dalam menjaga kekebalan tubuh.

Untuk anak usia 2 tahun ke bawah dianjurkan untuk tetap meminum air susu ibu (ASI) karena kandungan gizinya yang lengkap dan ditambah terdapat immunoglobulin yang bagus untuk melawan penyakit. Anak yang berusia 6 bulan ke atas perlu mengonsumsi makanan pendamping ASI (disamping tetap meminum ASI) karena ASI saja tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak yang terus meningkat.

Nah, NutriCiers, kalau anak terkena TB, pastikan asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) anak tercukupi ya! Untuk mengetahui kebutuhan kalori, menu, dan sumber bahan pangan yang sesuai dengan kondisi anak, silakan konsultasikan pada dokter atau ahli gizi, ya!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anak#ASI#Hari TB sedunia#Healthy#Information#kesehatan#Mycobacterium tuberculosis#nutrisi#tuberculosis#tuberkulosis#zatgizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Ketahui Diet PCOS dan Manfaatnya

PCOS (Polycystic Ovarian Syndrom) adalah suatu kumpulan gejala yang disebabkan adanya gangguan hormonal (endokrin) yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil disekitarnya

Shelvi Sasmita