Perlukah Minuman Isotonik Saat Berpuasa? Ini Dia Penjelasannya!
Halo NutriCiers!
Air merupakan salah satu komponen utama dalam tubuh manusia sehingga dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang. Kebutuhan cairan dipengaruhi oleh faktor seperti usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, suhu, kelembaban lingkungan dan aktivitas fisik.
Konsumsi air yang cukup dapat memperlancar sistem metabolisme tubuh dan dapat membantu menurunkan berat badan. Untuk mencukupi asupan cairan tubuh pada saat puasa, konsumsi air putih sebaiknya 8 gelas sehari terdiri dari 3 gelas saat sahur dan 5 gelas dari berbuka sampai sebelum tidur.
Asupan air dari minuman dan makanan yang masuk ke dalam tubuh pada keadaan normal sebesar 2100 ml/hari. Jika tubuh tidak cukup mendapatkan air atau terjadi kehilangan air sekitar 5% dari berat badan (pada anak, remaja dan dewasa) maka akan mengalami dehidrasi karena sekitar 60% tubuh manusia dewasa adalah cairan berupa elektrolit dan zat-zat lain sehingga jika kebutuhan cairan tidak tercukupi, akan mangganggu proses metabolisme tubuh.
Elektrolit adalah zat-zat kimia yang membentuk ion dalam cairan dan menghantarkan listrik. Jumlah cairan dan ion yang keluar dari tubuh harus diganti dengan jumlah yang sama agar tidak mengganggu fungsi kerja tubuh, biasanya ketika hal ini terjadi maka tubuh akan memberi respon berupa meminimalisir pengeluaran cairan dan menstimulasi tubuh untuk mendapat asupan cairan dan elektrolit. Cairan intraseluler mengandung Natrium dan ion klorida lebih tinggi dan sedikit kalium sedangkan kandungan cairan ekstraseluler sebaliknya.
Minuman isotonik merupakan minuman yang diformulasikan untuk merestorasi cairan dan elektrolit tubuh dengan cepat dan efektif. Minuman isotonik mengandung karbohidrat seperti monosakarida, disakarida dan maltodekstrin disertai mineral kecil seperti natrium (800-1000 mg/kg), kalium (125-175 mg/kg), klorida, fosfat, magnesium, kalsium, vitamin C dan perisa buah. Minuman isotonik memiliki pH minimal 4 dengan komposisi elektrolit yang dapat dilihat dari tabel gizi (nutrition facts) yang terkandung dalam kemasan produk.
Minuman isotonik menjadi salah satu minuman yang direkomendasikan untuk mengisi cairan saat menjalankan puasa karena mengandung elektrolit yang berisi ion positif dan negatif yang mampu meresap lebih cepat dibandingkan dengan larutan gula. Manfaat lain dari minuman isotonik yaitu :
- Menyalurkan impuls saraf dan menjaga fungsi jantung
- Membantu mengerutkan dan menggerakan otot
- Membantu tingkat keasaman atau basa di tubuh sehingga memungkinkan enzim untuk memproduksi katalis atau reaksi kimia pada pencernaan glukosa, protein, dan lemak
- Meningkatkan penyerapan dan metabolisme zat makanan ke dalam dan ke luar sel
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Membantu otot untuk menggunakan asam lemak sebagai energi
- Menjaga kekuatan tulang dan gigi
Minuman isotonik dapat menjadi suplemen dalam kondisi kekurangan cairan dan elektrolit seperti hyponatremia, hipokalemia, dan hipoklorinemia. Cairan tubuh pada saat berpuasa memang sangat dibutuhkan untuk menghindari dari dehidrasi sehingga elektrolit dalam cairan minuman seperti minuman isotonik sangat dibutuhkan.
Namun perlu menjadi perhatian, konsumsi minuman isotonik selama berpuasa sebaiknya dilakukan saat berbuka dan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Jika minuman isotonik ini dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan. Meskipun zat yang terkandung dalam minuman isotonik merupakan zat yang diperlukan tubuh, tentunya tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Ada dampak negatif yang ditimbulkan oleh kandungan minuman isotonik oleh tubuh yaitu:
- Mengakibatkan diabetes, berkurangnya fungsi otot dan ginjal serta terganggunya proses penyerapan
- Menyebabkan pendarahan pada hidung dan memar serta lemahnya penyembuhan keretakan pada tulang
- Membuat tulang belakang terasa sakit serta kerapuhan pada tulang
Kandungan elektrolit juga dapat dikonsumsi dari buah-buahan dan sayuran seperti air kelapa, pisang, semangka, alpukat, papaya, jeruk, strawberry, dll. Selain itu, konsumsi air putih 8 gelas sehari selama puasa yang terdiri dari 3 gelas saat sahur dan 5 gelas dari berbuka sampai sebelum tidur untuk memenuhi kebutuhan cairan selain dari minuman isotonik. Jangan lupa untuk tetap melakukan konsultasi gizi untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan dan cairanmu saat berpuasa. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi mu di Ramadhan!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
