Mengupas Lebih Dalam Mengenai Peran Aktivitas Fisik Terhadap Sindrom Metabolik
Hai NutriCiers, tahukah kamu menurut WHO di Indonesia diperkirakan sebesar 73% individu mengalami kematian diakibatkan oleh penyakit tidak menular? Tren kematian dini akibat penyakit tidak menular diprediksi akan cenderung meningkat setiap tahunnya hingga tahun 2025. Oleh karena iitu, menurunkan prevalensi penyakit tidak menular merupakan target global saat ini. Sindrom metabolik didefiniskan sebagai kumpulan gejala kelainan metabolik tubuh yang mencakup dislipidemia (profil lipid/lemak abnormal), hiperglikemia (tingginya nilai glukosa darah), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan obesitas sentral (lingkar pinggang lebih dari normal). Sindroma metabolik disebut sebagai faktor risiko terhadap kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskuler.
Menerapkan gaya hidup sehat memiliki peranan penting dalam meminimalisir risko terjadinya sindrom metabolik, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik. Bahkan salah satu studi systematic review dan metaanalisis pada subjek remaja menyimpulkan bahwa level aktivitas fisik yang rendah dan kebiasaan sedentari direpresentasikan dengan screentime >2 jam/hari pada hari weekend secara signifikan berhubungan dengan perkembangan sindrom metabolik. Tidak hanya itu studi metanalisis lain menyebutkan bahwa subjek dengan kriteria sindrom metabolik secara signifikan mengalami perbaikan outcome kesehatan setelah meakukan latihan aerobic atau ketahanan maupun kombinasi keduanya. Diketahui aktivitas fisik memiliki efek yang meyakinkan dalam menurunkan efek yang tidak diinginkan terhadap kesehatan.
Penelitian di Korea menunjukan bahwa partisipan yang melakukan aktivitas fisik minimal 1 kali/minggu atau lebih secara signifikan memiliki nilai yang lebih rendah pada komponen sindrom metabolik yaitu pada glukosa darah puasa, HDL, kolesterol, dan lingkar pinggang dibandingan dengan partisipan sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik. Risiko komponen sindrom metabolik lebih rendah pada subjek yang memiliki aktivitas berat, aktivitas sedang, berjalan, latihan beba, dan fleksbilitas disbanding sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik. Sebagai tambahan studi pada mahasiswa menyimpulkan bahwa aktivitas fisik yang kurang dari seharusnya (<10.000 langkah/hari) meningkat risiko mengalami sindrom metabolik.
Dari beberapa uraian yang telah dijelaskan dapat dikatakan bahwa aktivitas fisik memang memiliki peranan penting dalam menurunkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Oleh karena itu NutriCiers harus mengurangi malas-malasan (sedentari) dan disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit/hari selama 5 kali dalam seminggu atau minimal 150 menit/minggu. Mulailah dengan cara yang mudah dan menyenangkan misal jalan pagi, naik turun tangga, senam, dll. Ingat jangan lupa lakukan aktivitas fisik!
Salam Gizi Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
