Lewati ke konten
NutriClinic
Sports and Beauty

Bolehkah Pengidap Tuberkulosis Berolahraga?

Ditulis oleh Annisa Aulia Hawari2 menit baca
Bolehkah Pengidap Tuberkulosis Berolahraga?
Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-air-biru-tidak-berwajah-4498574/

Hai, NutriCiers!

Pasti sudah tidak asing ya mendengar penyakit paru-paru yang satu ini? Yap, tuberculosis adalah penyakit yang menginfeksi paru-paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dianugerahi oleh WHO sebagai salah satu dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian paling banyak di dunia dengan hanya satu agen penyebab penyakit. Hmm, jahat ya bakterinya.

Nah, karena menyerang paru-paru pengidapnya mengalami kesulitan untuk beraktivitas. Takut menularkan penyakit ke orang lain dan mudah capek adalah dua dari banyaknya alasan yang menjadikan pengidap tuberculosis sebagai pasien sejati alias hanya bisa berbaring dan menatap langit-langit kamar.

Duh, padahal olahraga adalah hak untuk setiap orang yang ingin jadi lebih sehat ya. Tapi, kenapa pengidap tuberculosis seperti disulitkan untuk berolahraga? 

Olahraga dan tuberculosis

Mengidap tuberculosis bagi sebagian orang masih dianggap sebagai vonis pencabutan kebebasan beraktivitas selayaknya orang normal. Hmm, kenyataannya meski pengidap tuberculosis mengalami banyak kesulitan untuk menjalani kehidupan normal, namun mereka tetap bisa menikmati kehidupan yang mirip dengan orang sehat meski disesuaikan dengan penyakitnya, termasuk dalam hal berolahraga. Berolahraga bagi pengidap tuberculosis memang merupakan sebuah tantangan karena berolahraga akan membuat paru-paru bekerja lebih keras daripada saat beraktivitas biasa. Padahal pengidap tuberculosis mengalami kerusakan paru-paru yang membuat mereka mengalami penurunan fungsi paru-paru. Sebuah jurnal bahkan menyebutkan bahwa pengidap tuberculosis biasanya mengalami dampak penurunan pada aspek status gizi, toleransi aktivitas, kekuatan otot, kesehatan mental, dan kualitas hidup secara umum.

Eits, meskipun aktivitas fisik dibatasi tapi bukan berarti tidak boleh berolahraga ya. Justru, berolahraga direkomendasikan bagi pengidap tuberculosis karena dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan kualitas hidup pengidapnya. Hal ini dijelaskan dalam sebuah penelitian di Ukraina yang mendapatkan hasil bahwa pengidap tuberculosis yang mendapatkan program rehabilitasi komprehensif multidisiplin (meliputi gimnastik, fisioterapi, hidroterapi, pijat terapeutik, dan edukasi terapeutik) memiliki fungsi paru-paru dan kualitas hidup yang lebih baik daripada mereka yang hanya mendapatkan program rehabilitasi biasa.

Lantas, apa rekomendasi olahraganya?

Ada tiga jenis olahraga yang direkomendasikan oleh pedoman rehabilitasi penyakit paru-paru, diantaranya stretching, olahraga kardio/aerobic (berjalan, jogging, bersepeda, dsb.), dan olahraga penguatan (seperti kontraksi otot lengan). Setiap jenisnya meliputi pemanasan, olahraga, dan pendinginan. Intensitas dan frekuensinya disesuaikan dengan status penyakitnya. Pada pasien tuberculosis aktif yang bedrest, disarankan olahraga ringan yang pasif seperti elongasi lengan ketika sedang bersandar, kemudian bertahap ke olahraga aktif yang diawasi, dan olahraga aktif mandiri.

Nah, jadi bukan berarti karena mengidap tuberculosis jadi tidak boleh berolahraga ya. Ada kok tahapan dan jenis olahraga yang sesuai dengan pengidap tuberculosis. Yuk, tetap olahraga demi kesehatan.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#bakteri#berjalan#hak kesehatan#Healthy#infeksi paru-paru#Information#jogging#Mycobacterium tuberculosis#news#olahraga#paru-paru#Stretching#tuberculosis

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Apa Manfaat Olahraga Bagi Ibu Hamil?

Aktivitas fisik sesuai rekomendasi bermanfaat selama kehamilan hingga memperlancar proses persalinan. Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/pregnant-young-woman-doing-prenatal-yoga-eagle-p

Sabela Nadhira Rakhmatika