3 Kegiatan Perayaan Imlek Ini Bagus untuk Kesehatanmu!
Halo Nutriciers!
Imlek merupakan hari raya tahun baru bagi orang Tioghoa yang pelaksanaanya mengacu pada kalender China. Mereka yang merayakannya biasa melakukan beberapa kegiatan untuk menuansakan imlek tersebut. Coba kita lihat yuk, bagaimana kegiatan tersebut berdampak pada kesehatan tubuh!
Kegiatan ini membuat debu-debu yang menempel hilang. Selain lebih enak dipandang, ini juga membuat jamur, bakteri, dan mikroba merugikan lainnya tidak banyak tumbuh. Mereka biasa tumbuh di tempat yang kotor, lembab, dan gelap. Contohnya adalah bakteri penyebab tuberkulosis. Sirkulasi yang baik juga berdampak baik untuk sistem pernapasan.
Jika ingin mendekor rumah, ajaklah anak untuk ikut berpartisipasi. Berkreativitas bagus untuk perkembangan motorik dan otak anak. Melakukan hal yang kreatif dapat mengembangkan rasa ingin tahu anak, membantu anak belajar mandiri, membuat keputusan, percaya diri, memecahkan masalah, serta menumbuhkan keyakinan akan kemampuannya. Anak bisa diajak untuk menggambar, mewarnai, membuat suatu objek dari kertas, atau lainnya.
Mengobrol dan bersenda gurau bersama keluarga bisa membuatmu tertawa dan bahagia. Ketika merasa senang, hormon endorfin terproduksi di dalam tubuh sedangkan saat stres, hormon kortisol yang bekerja dan dapat menurunkan imunitas tubuh, juga memberi dampak buruk pada kesehatan jantung dan fungsi kognitif. Perasaan bahagia menurunkan risiko hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan kegemukan, serta dapat meningkatkan kualitas hidup. Meski pandemi ini menghalangi untuk berkumpul bersama keluarga besar, kamu dapat mengakalinya dengan bertemu secara virtual. Jika tetap hendak bertemu, disarankan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.
Jangan lupa yang satu ini, nih.
Selain tiga kegiatan positif tersebut, ada yang perlu diingat. Dalam suatu perayaan biasanya identik dengan makan-makan. Namun, jangan sampai terlalu banyak, ya. Jika asupan yang masuk ke dalam tubuh melebihi energi yang dikeluarkan, maka jangan kaget jika berat badan dan massa lemakmu bertambah. Ini disebut sebagai keseimbangan energi positif.
Susunan pangan yang baik adalah yang bergizi seimbang, yaitu berisi makanan yang bervariasi dan mengandung zat gizi yang lengkap, yaitu yang terdapat karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air putih sesuai kebutuhan masing-masing individu. Kamu bisa melihat contohnya di “Piring Makanku” yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI, yaitu contoh susunan pangan gizi seimbang untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Bagi yang tidak merayakan imlek, kamu juga bisa menerapkan kegiatan-kegiatan positif yang sudah disebutkan tadi. Bagi kamu yang merayakan, setelah imlek juga jangan tinggalkan kebiasaan baik tersebut ya!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
