Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Hemofilia, Perdarahan Sendi, dan Obesitas

Ditulis oleh Nadia Rana Nabila2 menit baca
Hemofilia, Perdarahan Sendi, dan Obesitas
Penderita hemofilia dengan kondisi obesitas beresiko mengalami pendarahan sendi yang mana dapat dicegah dengan mengatur pola makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara teratur
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/portrait-sports-man-measuring-his-waist-with-tape_7855349.htm

Halo, NutriCiers!

Hemofilia adalah kelainan pembekuan darah dimana faktor pembekuan darah VIII atau IX tidak berfungsi dengan baik atau kurang jumlahnya. Akibatnya, perdarahan yang berkepanjangan dan berlebihan setelah trauma ringan atau terkadang secara spontan sering terjadi pada pengidapnya. Hemofilia dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan organ dalam, infeksi, dan perdarahan sendi. Sendi merupakan tempat pertemuan antar tulang, dan pendarahan pada sendi merupakan komplikasi hemofilia yang paling umum terjadi. Sendi biasanya dilapisi oleh lapisan sinovium yang fungsinya melumasi dan memberi makan sendi. Sinovium memiliki banyak pembuluh darah di dalamnya. Ketika cedera atau terkadang tanpa penyebab, pembuluh darah sinovium dapat pecah. Akibatnya sendi akan membengkak dan terasa sakit. Apabila tidak ditangani, perdarahan sendi dapat mengikis tulang rawan yang berada di ujung-ujung tulang dan mengakibatkan nyeri sendi semakin memburuk.

Tahukah NutriCiers? Penelitian menemukan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko perdarahan sendi, lho. Hal ini terjadi karena ternyata berat badan berlebih dapat menekan persendian sehingga sendi lebih mudah berdarah. Kelebihan berat badan meskipun dalam tingkat sedang dapat meningkatkan beban stres pada persendian kita. Maka dari itu, memantau berat badan diri sendiri penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perdarahan sendi.

Setiap makanan dan minuman, kecuali air putih, memiliki kalori. Kelebihan asupan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak. Cara untuk membakar lemak tersebut adalah dengan mengurangi asupan kalori dan meningkatkan pembakaran kalori dengan olahraga. Berdasarkan pedoman gizi seimbang, sobat NutriCiers dianjurkan untuk mengkonsumsi beragam jenis makanan, melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memantau berat badan. Perbanyaklah konsumsi sayur dan buah, serta batasi konsumsi lemak, gula, dan garam. 

Untuk aktivitas fisik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pengidap hemofilia untuk mencegah perdarahan sendi, yakni sebagai berikut:

  • Hindari latihan otot terisolasi dengan beban berat karena dapat memberi tekanan pada persendian.
  • Hindari olahraga berisiko seperti sepak bola, balap motor, tinju, dan semacamnya. 
  • Jika sedang menjalani pengobatan profilaksis: Berikan profilaksis secara berkala di pagi hari untuk melindungi Anda saat berolahraga di siang hari. Jika Anda berolahraga di malam hari, berikan profilaksis di sore hari.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga tidak hanya dapat mengurangi risiko perdarahan sendi pada penderita hemofilia, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Cobalah untuk menjaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko penyakit sendi dan meningkatkan kualitas hidup sobat NutriCiers.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#aktivitas fisik#berat badan#gizi seimbang#Hari Hemofilia Sedunia#Healthy#Hemofilia#Information#kesehatan#obesitas#perdarahan sendi#sendi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Mengenal Penyakit Lupus Kutaneus

Lupus kutaneus atau Cutaneus Lupus Erythematosus (CLE) merupakan penyakit autoimun yang memberikan efek samping pada kulit berupa ruam-ruam di area sekitar pipi yang membentuk pola seperti kupu-kupu.

Muthia Syifa Rahmadina

Osteoporosis: Yakin Tidak Berolahraga?

Olahraga dapat meningkatkan kepadatan tulang Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/senior-couple-excising-garden_3837416.htm Hai NutriCiers! Osteoporosis atau tulang keropos menjadi salah

Anita Rachmatun Nikmah