Lewati ke konten
NutriClinic
Work and Wellbeing

Sosial Media, Adakah Pengaruhnya Bagi Kesehatan Kaum Wanita? 

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Sosial Media, Adakah Pengaruhnya Bagi Kesehatan Kaum Wanita? 
Sosial media lebih rentan mempengaruhi stigma wanita terkait citra tubuh yang dapat berujung pada masalah kesehatan tubuh dan mental.
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-vector/fomo-fear-missing-out-concept_9978558.htm#page=1&query=insecure&position=9 

Hai NutriCiers!

Sosial media sudah menjadi rutinitas bagi hampir setiap kalangan. Menurut hasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2017), persentase populasi pengguna internet di Indonesia yang tertinggi adalah pada kelompok umur 19-34 tahun (74.23%). Sebuah studi memaparkan bahwa remaja wanita lebih sering menggunakan media sosial daripada laki-laki. Wanita sangat peka terutama untuk urusan penampilan/citra tubuh, karena itulah media sosial menjadi lebih rentan dalam memberikan dampak negatif yang mampu mempengaruhi pola pikir suatu individu, khusunya kaum wanita.

Media sosial bagi beberapa kaum wanita menjadi ajang untuk menunjukan diri baik dalam hal kecantikan, gaya hidup, penampilan dan lain sebagainya. Sebagian wanita pun merasa tidak percaya diri sehingga menimbulkan tekanan sosial dengan adanya standar kecantikan khusus yang dianggap 'ideal' oleh masyarakat. Standar kecantikan ini biasanya disamakan dengan para influencer/aktris. Karena itu, muncul istilah body dissatisfaction dimana individu merasa adanya perbedaan tentang tubuhnya dengan persepsi individu lain dan hal ini dianggap penting.

Banyak individu yang akhirnya berlomba-lomba memperbaiki dirinya agar sesuai dengan citra tubuh yang dianggap ideal, yang bisa jadi berdampak buruk salah satunya terkait masalah gizi dan kesehatan. Mengubah pola makan seringkali menjadi alternatif untuk memperbaiki citra tubuh, yang mana apabila disertai dengan obsesi dan kekhawatiran ekstrim dapat berujung pada gangguan perilaku makan atau eating disorder seperti Anorexia Nervosa (AN) dan Bulimia Nervosa (BN).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa lebih menerima dan mencintai diri sendiri sehingga terhindar dari dampak buruk sosial media, diantaranya :

  1. Self Love

Ternyata self love atau mencintai diri sendiri merupakan salah satu cara ampuh mengurangi kecemasan, dimana saat kita sudah menerapkan ini kita akan lebih banyak bersyukur dan bangga dengan diri kita sendiri.

  1. Lingkungan yang positif

Selain dari diri sendiri, lingkungan juga sangat berpengaruh. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menyaring lingkungan sekitar dan memilih lingkungan yang positif agar dapat berdampak baik bagi kesehatan mental kita.

  1. Aktivitas fisik

Aktivitas fisik seperti berolahraga diketahui dapat meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, serta sekresi endorfin yang bisa meningkatkan kebahagiaan sehingga timbul rasa kesejahteraan psikologis.

  1. Pilih jenis makanan  

Makanan yang baik untuk tubuh adalah makanan yang mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

            Pentingnya menghargai diri sendiri sebagai faktor utama agar terhindar dari kecemasan dan tekanan akibat sosial media. Cintailah dirimu sendiri, tanpa harus bergantung dengan pendapat orang lain.

Salam gizi, sehat berkualitas!

Tag:#dewasa#gangguan makan#gaya hidup sehat#Hari Perempuan Internasional#kesejahteraan#mental health#produktivitas#remaja

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Susu kalsium untuk Lansia, Perlukah?

Kebiasaan minum susu ternyata tidak hanya identik dengan anak-anak saja, lho. Orang tua atau lansia juga mengkonsumsi minuman kaya kalsium yang satu ini. Bahkan susu formula khusus l

Anggry

Nutrisi Bagi Penderita Kanker Tulang

Nutrisi yang seimbang merupakan komponen penting bagi kesehatan manusia, khususnya bagi penderita kanker tulang. Hal ini dikarenakan penderita kanker lebih berisiko untuk mengalami mal

Bariza Diah Astari