Lewati ke konten
NutriClinic
Events

Hari Pangan: Jadi Pahlawan Pangan untuk Negeri

Ditulis oleh Ivana Gelasia Lamudji2 menit baca
Hari Pangan: Jadi Pahlawan Pangan untuk Negeri
Upaya menanam dan mengurangi sampah sisa makanan dapat memberantas kelaparan

Halo NutriCiers!

Hari pangan sedunia atau World Food Day jatuh pada tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Hari ini penting untuk meningkatkan kesadaran kita akan pangan.

Namun, arti sesungguhnya adalah bagaimana kita mengambil langkah sederhana untuk memberantas kelaparan dan menghargai pangan.

Hampir 690 juta orang kelaparan di dunia, dan angka ini terus bertambah sebanyak 83-132 juta orang semenjak pandemi COVID-19.

Hal ini terjadi dikarenakan sistem pangan kurang berjalan dengan baik sehingga masih banyak orang memiliki keterbatasan akses terhadap makanan yang bergizi cukup.

Kabar baiknya, masalah ini bisa terus diperangi dengan menjadi pahlawan pangan.

Yuk kita simak caranya menjadi pahlawan pangan!

  1. Menanam dan mengoptimalkan pekarangan

Semenjak COVID-19, kebijakan karantina wilayah sering membatasi jalur perdagangan sehingga menyebabkan kekurangan pangan di beberapa daerah.

Nah selagi work from home (WFH) dan banyak waktu di rumah, maka menanam di lahan pekarangan bisa menjadi solusi untuk mengatasi kebosanan sekaligus mencegah krisis pangan.

Tapi, bukan berarti lahan sempit menjadi alasan untuk tidak menanam ya, karena setiap lahan bisa dioptimalkan asal pemilihan model budidayanya tepat.

Hal ini bisa dimulai dari menanam sayur berukuran kecil seperti sawi, kangkung, bayam, dan pakcoi.

Ternyata tidak sulit dan tidak butuh lahan yang besar lho, Anda bisa mulai dari pot gantung, polibag, dan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai model budidaya.

Jangan lupa untuk disiram, dipupuki, dan ditaruh di tempat dengan cukup paparan sinar matahari ya, NutriCiers! 

  1. Hargai pangan dan kurangi sampah sisa makanan 

Menurut FAO, sepertiga atau 1,3 miliar ton makanan di seluruh dunia dan 300 kilogram makanan di Indonesia, dibuang setiap tahunnya. 

Bayangkan berapa banyak angka kelaparan yang seharusnya tidak terjadi.

Oleh karena itu, mari kurangi sampah makanan dengan cara mengonsumsi makanan dengan porsi yang cukup, mengolah dan menyimpan makanan agar tidak mudah rusak, dan daur ulang makanan menjadi pupuk kompos maupun pakan hewan.

Memahami label makanan juga penting lho NutriCiers, jangan buang makanan yang sudah lewat tanggal ‘baik dikonsumsi sebelum/best before dates’ karena makanan ini masih aman dikonsumsi, hanya saja rasa/teksturnya tidak seoptimal mulanya.

Namun, makanan yang sudah lewat tanggal ‘kadaluarsa/expiration date’ tidak boleh dikonsumsi ya!

Ternyata menjadi pahlawan pangan tidak sulit ya, tapi dibutuhkan konsistensi dalam melakukannya agar menjadi suatu kebiasaan.

Yuk kita menanam dan mengurangi sampah sisa makanan.

Selain itu, jangan lupa konsumsi pangan lokal Indonesia ya, supaya sistem pangan terjaga baik dan setiap orang bisa mendapatkan kelayakan akses makanan bergizi dan berkualitas.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#diversifikasi pangan#food diversity#food waste#hak mendapatkan makanan#hak pangan#hari pangan sedunia#Information#keamanan pangan#keberagaman makanan#kesehatan#lahan#makanan#Makanan sehat#pangan#world food day

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

DBD dan juga Gejalanya : Mematikan Kah?

Mengenali gejala-gejalanya merupakan hal penting dalam penanganan penyakit demam berdarah Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/mosquito_4108060.htm#page=1&query=dengue&position=0 Halo Nu

Annisaa Fairuz Tyara