Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Atasi Gerakan Tutup Mulut Anak Bunda dengan Cara Ini!

Ditulis oleh Anita Rachmatun Nikmah2 menit baca
Atasi Gerakan Tutup Mulut Anak Bunda dengan Cara Ini!
Body lean weaning (BLW) atau Responsive feeding (RF) menjadi pilihan atasi gerakan tutup mulut

Hai NutriCiers!

Gerakan Tutup Mulut (GTM) menjadi hal yang dikhawatirkan oleh setiap orang tua terutama ketika anak baru memulai fase diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Asupan gizi yang kurang akibat GTM dapat menyebabkan masalah gizi yang akhirnya jika dibiarkan akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak, apabila tidak diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa menjadi stunting. Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilan makan dan rasa percaya diri pada bayi.

Masalah gizi yang seringkali timbul pada anak dikarenakan susah makan karena tv, gadget atau game, disapih, banyak main, masalah gigi, konsumsi susu berlebih, gangguan pencernaan, alergi, serta pemilihan makanan kurang tepat.

Metode pemberian makan pada anak menjadi yang paling sering dicari orang tua dalam mengatasi GTM. Istilah Baby Lead Weaning (BLW) dan Responsive Feeding/Traditional Feeding sering menjadi pertanyaan, manakah yang lebih baik? Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Baby Lead Weaning (BLW) adalah metode pemberian makan dengan membiarkan anak menyuapi dan mengatur jenis serta jumlah makanan yang dimakan secara mandiri dengan bentuk makanan berupa finger food, sedangkan Responsive Feeding/Traditional Feeding merupakan metode pemberian makan yang biasa digunakan yaitu dengan untuk memberi makan anak secara aktif dan responsif termasuk di dalamnya cara pemberian makan sesuai umur, memberikan contoh kebiasaan yang sehat, mendorong anak untuk makan, berespon terhadap nafsu makan yang kurang, memberi makan di lingkungan yang aman, dan menggunakan interaksi yang positif. BLW memungkinkan anak memiliki kepercayaan diri lebih untuk memilih makanan serta mengaktifkan motorik anak. Selain itu anak dapat lebih siap menerima makan seperti makanan dewasa. Metode Responsive Feeding membuat orang tua dapat lebih mengontrol apa dan berapa banyak makanan yang dimakan anak. Kekurangan dari metode BLW adalah anak beresiko kekurangan zat gizi tertentu (zat besi) karena lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur, namun dapat dicegah dengan cara menyiapkan makanan bergizi seimbang. Namun, metode BLW ini masih akan diteliti lebih lanjut.

Ayah dan Bunda dapat melakukan cara ini saat pemberian makanan pada anak :

  1. Sabar, Beri anak waktu 30 menit dalam satu waktu makan, tanpa gadget, tv atau mainan.
  2. Perkenalkan dengan berbagai makanan. Buatlah variasi menu dengan aneka ragam makanan agar anak dapat mengenal berbagai rasa, tekstur dan aroma.
  3. Tanpa Paksaan. Beri suasana menyenangkan saat makan, beri dukungan kepada anak untuk makan
  4. Beri jeda antara waktu makan. Anak akan mengenal rasa lapar dan kenyang serta memberikan sinyal kepada orangtua, sehingga ketika anak lapar makanan dapat disantap dengan lahap.
  5. Makanan kaya rasa bukan over seasoning.
  6. Berikan porsi kecil tetapi sering dengan padat gizi. Makanan dapat diberikan 2-3 kali makan utama dan 1-2 kali selingan dengan mengandung prinsip gizi seimbang.
  7. Lakukan responsive feeding dengan adanya kontak mata orangtua dengan anak. Kontak mata akan meningkatkan bonding kepada anak.

Peran Ayah dan Bunda sangat penting dalam pemberian makan si kecil agar si kecil tumbuh secara optimal ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anak#ayah#BLW#body lean weaning#bunda#gizi anak#gizi seimbang#hari anak sedunia#Healthy#Information#makanan#makanan pendamping#MP-ASI#responsive feeding#RF#status gizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Makan Ini untuk Mencegah Menopause Dini

Dalam sebuah penelitian dikatakan, setiap porsi harian ikan berminyak dan kacang-kacangan dapat menunda usia dimulainya menopause Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/women-climacteric-c

Muthia Syifa Rahmadina

Hubungan antara Makanan dan Penyakit Asma

Buah dan sayuran memiliki efek anti-inflamasi yang baik untuk penurunan sitokin pro-inflamasi dalam plasma, juga membantu penurunan peradangan saluran pernapasan Sumber gambar: https://www.freepik.com

Felicia Magdalena Kweesar