Hari Aktivitas Fisik Sedunia: Apa Dampak Dari Berolahraga Pada Malam Hari?
Hai NutriCiers!
Selamat Hari Aktivitas Fisik Sedunia 2021!
Ternyata, sudah setahun lebih lamanya dunia dilanda oleh pandemi COVID-19 yang membuat seluruh masyarakat dituntut beradaptasi dengan kebiasaan baru agar dapat bertahan dengan situasi yang dialami hingga saat ini. Adaptasi tersebut tanpa kita sadari mulai menjadi perubahan perilaku, salah satunya peningkatan aktivitas fisik seperti olahraga yang menjadi tren dan hobi saat ini.
Dari perubahan perilaku tersebut, masyarakat mulai terbiasa untuk menyempatkan berolahraga demi menjaga kesehatannya, baik sebagai hobi atau mengikuti tren saat ini. Beragam waktu dapat dijadikan pilihan dalam berolahraga, mulai dari pagi hari, sore hari, bahkan malam hari karena adanya keterbatasan waktu akibat kesibukan sehari-hari.
Pemilihan waktu yang tepat untuk berolahraga sangat penting untuk mendapatkan manfaat yang maksimal bagi kesehatan kita. Namun, olahraga di malam hari ternyata memiliki dampak bagi kesehatan kita. Lalu, apa saja dampaknya ?
- Terganggunya kualitas tidur
Pemilihan waktu olahraga pada malam hari dapat mengakibatkan terganggunya kualitas tidur. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya manusia menjalani dua fase yang berbeda dalam hidupnya yaitu fase ergotropic dimana manusia melakukan aktivitas di pagi hari dan fase trophotropic dimana manusia melakukan pemulihan di malam hari. Saat kita melakukan olahraga pada malam hari, hormon adrenalin mengalami peningkatan dan menimbulkan efek berupa peningkatan denyut jantung serta peningkatan suhu tubuh yang disebabkan oleh saraf simpatis yang masih aktif sehingga menyebabkan kualitas tidur menjadi terganggu.
- Terganggunya ritme sirkardian
Ritme sirkardian dapat terganggu karena adanya perubahan jadwal kegiatan secara mendadak seperti perubahan aktivitas di pagi dan malam hari. Hal tersebut mengakibatkan respon fisiologis pada tubuh kita menjadi berubah. Malam hari merupakan waktu terbaik bagi tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel dan jaringan akibat radikal bebas dan toksik yang dihasilkan dari aktivitas di pagi hari. Gangguan dari ritme sirkardian selama bertahun-tahun juga dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, diabetes mellitus, dan kanker. Jadi, hati-hati ya!
- Peningkatan asam laktat pada tubuh
Peningkatan asam laktat pada tubuh terjadi karena intensitas olahraga yang terlalu tinggi. Apalagi olahraga dilakukan pada malam hari dimana tubuh sudah melakukan aktivitas di pagi hari. Penumpukan asam laktat dapat mengakibatkan hipoksia, menurunkan pH (asam-basa tubuh) yang menyebabkan pembentukan radikal bebas dalam tubuh serta asidosis (kadar asam tubuh tinggi).
Pemilihan waktu olahraga di pagi hari adalah pilihan yang tepat karena udara yang bersih, terhindar dari polusi kendaraan, mendapatkan sinar matahari yang mengandung vitamin D dan lebih semangat sebab telah melewati fase pemulihan di malam hari secara maksimal. Namun, apabila tidak memiliki waktu luang berolahraga di pagi hari, kita dapat melakukan olahraga di sore hari dengan intensitas yang sedang. Semoga bermanfaat!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
