Tips Gizi agar Anak Lebih Tinggi dari Orang Tua
Halo Nutriciers!
Tinggi badan anak dapat ditentukan oleh beberapa faktor, yang meliputi genetik dan lingkungan. Faktor genetik berasal dari potensi tinggi badan anak berdasarkan tinggi badan orang tuanya.
Sedangkan faktor lingkungan berasal dari asupan gizi, pola tidur, dan aktivitas fisik. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap apakah anak bisa mencapai potensi tinggi maksimalnya, bahkan melampaui tinggi orang tuanya.
1. Asupan Bergizi Seimbang
a. Asupan energi yang cukup
Untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal, tubuh membutuhkan energi yang cukup. Jika anak mengalami kekurangan energi dalam waktu yang lama, maka anak beresiko mengalami malnutrisi jangka panjang sehingga pertumbuhannya menjadi tidak optimal dan mengarah pada kondisi tubuh pendek/stunting. Jadi, sangat penting untuk memastikan asupan energi anak tercukupi sesuai usianya.
b. Asupan protein yang cukup
Asupan protein sangat penting bagi anak. Mengonsumsi protein sekitar 1 - 1.3 g/kg berat badan anak per hari dapat mendukung pertumbuhan anak. Protein yang dipilih dapat berasal dari protein hewani, seperti ayam, telur, daging, ikan, dan susu.
c. Kalsium dan Vitamin D
Selama pertumbuhan, rendahnya asupan kalsium dapat menyebabkan rendahnya mineralisasi matriks deposit tulang yang baru dan mempengaruhi kerja osteoblas.
Defisiensi kalsium dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang, menyebabkan rakitis pada masa anak-anak dan bila kekurangan tingkat berat dapat menyebabkan stunting. Sumber kalsium dan vitamin D dari makanan yaitu:
• Produk susu (susu, yoghurt, keju)
• Ikan berlemak (sarden, salmon, tuna, lele)
d. Vitamin dan mineral pendukung
Zat gizi mikro yang telah terbukti penting untuk mencegah stunting yaitu zinc, zat besi, vitamin A, fosfor, dan iodium.
2. Pola Makan Seimbang Sehari-hari
Anak perlu mendapatkan makanan yang beragam untuk memenuhi semua kelompok zat gizi makro maupun mikro, namun porsinya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.
Untuk mendapatkan gizi yang optimal, anak-anak tidak disarankan mengonsumsi makanan ultra-proses, camilan tinggi gula dan garam, serta minuman manis.
3. Gaya Hidup yang Mendukung Pertumbuhan
a. Aktivitas Fisik
Aktivitas seperti berlari, melompat, atau olahraga basket dan tenis dapat mendukung penguatan tulang.
b. Tidur yang cukup
Hormon pertumbuhan berfungsi menstimulasi pertumbuhan tulang, otot, regenerasi sel, dan metabolisme tubuh, sehingga sangat penting untuk pertumbuhan fisik anak.
Jika anak kurang tidur atau tidur tidak nyenyak, produksi hormon ini bisa terganggu sehingga pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan fisiknya juga bisa terhambat.
4. Pantau Pertumbuhan dan Cegah Masalah Gizi
Pengukuran tinggi badan anak dapat dipantau secara rutin setiap bulan di posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya. Hasil dari pengukuran tinggi badan dapat dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO atau pada buku KIA.
Jika grafik tinggi badan anak melambat atau tidak bertambah, orang tua perlu segera mengonsultasikannya kepada dokter atau ahli gizi. Orang tua perlu waspada terhadap stunting (tinggi badan anak dibawah standar usianya) yang dapat dicegah dengan intervensi gizi di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) anak.
Jadi, tinggi badan anak tidak hanya dipengaruhi oleh genetik saja, namun banyak faktor yang dapat dimaksimalkan oleh orang tua supaya anak mencapai tinggi badan optimalnya, bahkan melebihi tinggi badan orang tua.
Agar lebih terarah, orang tua dapat mengonsultasikan langsung dengan ahli gizi untuk merancang pola makan harian anak sesuai kebutuhannya.
Jangan lupa untuk senantiasa memantau status gizi anak dan berkonsultasi dengan ahli gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi anak!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
