Lewati ke konten
NutriClinic
Life Cycle Nutrition

Perhatikan Hal Ini Jika Anak Anda Menderita Leukemia!

Ditulis oleh Anita Rachmatun Nikmah2 menit baca
Perhatikan Hal Ini Jika Anak Anda Menderita Leukemia!
Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat mencegah dan mempercepat proses penyembuhan kanker
Sumber gambar : https://www.freepik.com/free-photo/selective-focus-point-saline-iv-drip-patient_3574527.htm#query=child-cancer&position=25

Hai NutriCiers!

Kanker pada anak merupakan kasus yang banyak terjadi. Hal ini bisa disebabkan karena faktor genetik, faktor gaya hidup (merokok, konsumsi sayur dan buah yang rendah, asupan kelebihan energi), dan faktor paparan karsinogenik (zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker).

Kanker yang paling banyak didiagnosis pada anak yaitu Leukemia Limfoblastik Akut (LLA). Insiden LLA di Indonesia adalah 2,5-4,0 per 100.000 anak dengan estimasi 2000-3200 kasus baru jenis LLA tiap tahunnya. Terapi pengobatan dan juga asupan gizi dapat memaksimalkan proses penyembuhannya. Mengapa asupan gizi berpengaruh?

Penelitian menyebutkan anak-anak yang menderita kanker akan mempunyai tanda dan gejala malnutrisi pada beberapa fase dalam perjalanan penyakitnya.

Seperti yang Ayah dan Bunda ketahui bahwa perjalanan penyakit kanker akan membutuhkan banyak energi karena adanya peningkatan laju metabolisme. Hal ini perlu didukung dengan status gizi yang optimal sehingga tidak terjadi malnutrisi (penurunan berat badan dan hilangnya massa otot).

Pada penderita LLA, efek dari terapi pengobatan dengan pemberian kortikosteroid menyebabkan adanya peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan beresiko kegemukan. Mengapa? Karena penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang dapat memberi efek peningkatan asupan energi dan persentase lemak tubuh anak.

Kegemukan pada anak beresiko menimbulkan penyakit di masa mendatang, sehingga perlu Ayah dan Bunda perhatikan walaupun LLA dapat sembuh. Ayah dan Bunda dapat melakukan hal ini kepada anak:

  1. Setelah menjalankan pengobatan, ikuti saran Ahli Gizi dalam melakukan pemberian makan kepada anak, baik jenis, jumlah maupun pengolahannya. Kebiasaan makan selama perawatan dapat Bunda pertahankan sebagai pencegahan adanya kenaikan berat badan yang signifikan.
  2. Bunda dan Ayah dapat memperhatikan variasi menu di rumah sakit selama anak dirawat dan dipraktikkan di rumah. Konsultasikan kepada Ahli Gizi mengenai kebutuhan anak dan cara pengolahannya.
  3. Ajak anak melakukan aktivitas fisik ringan untuk menyeimbangkan asupan energi. Contoh aktivitas yang dapat dilakukan: berjalan santai, latihan peregangan, memancing, melakukan pekerjaan rumah yang ringan. Gaya hidup sehat perlu dimulai sejak dini dalam perawatan kanker untuk mencegah timbulnya obesitas dan penyakit kardiovaskular.
  4. Berikan motivasi kepada anak untuk menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi seimbang. Anak-anak seringkali mengalami kesulitan mengembalikan dari kebiasaan makan yang tidak sehat setelah selesai pengobatan. Perubahan indera perasa dapat mengubah nafsu makan anak. Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang menjalani pengobatan kanker sering mengalami peningkatan kesukaan terhadap makanan berlemak dan gurih. Sehingga peran orang tua sangat penting dalam memberikan pilihan makanan yang baik bagi anak.

Tidak kalah penting, menjaga keluarga terutama anak agar tidak terkena kanker dapat Ayah dan Bunda lakukan dengan membiasakan anak berpola hidup sehat sejak dini, termasuk mengonsumsi buah dan sayur dapat mengurangi efek karsinogenik pada bahan kimia. ]

Peran Ayah dan Bunda sangat penting bagi kesehatan buah hati. Selalu terapkan pola hidup sehat karena kanker dapat dicegah dan dapat disembuhkan ya NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#anak#Balita#buah#buah-buahan#gangguan makan#gaya hidup#gaya hidup sehat#gizi anak#gizi seimbang#kanker#kesehatan#malnutrisi#nutrisi#obesitas#orang tua#penyakit#PHBS#sayur#sayur-sayuran#sehat#status gizi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya

Efek Pandemi Berdampak Pada Kunjungan Posyandu!

Para ibu perlu memantau dan menjaga kesehatan anak dengan rutin mengunjungi posyandu untuk pemeriksaan, baik mengunjungi posyandu secara langsung maupun secara daring maupun aktif pada posyandu door t

Sabela Nadhira Rakhmatika