Traffic Light Diet, Cegah Anak Obesitas!
Halo Nutriciers!
Anak-anak bertubuh gemuk mungkin terlihat lucu, namun berat badan yang berlebih harus segara dikurangi sebelum mengganggu tumbuh kembang serta meningkatkan risiko kesehatan. Prevalensi status gizi gemuk pada balita di Indonesia mencapai 8% menurut Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018.
Salah satu prinsip tata laksana gizi lebih dan obesitas pada anak adalah menerapkan perilaku makan yang benar. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), prinsip pengaturan diet pada anak gemuk adalah pemberian diet seimbang dengan metode food rules, yaitu:
- Terjadwal dengan pola makan besar 3x/hari dan camilan 2x/hari yang terjadwal (camilan diutamakan dalam bentuk buah segar), diberikan air putih di antara jadwal makan utama dan camilan, serta lama makan 30 menit/kali
- Lingkungan netral dengan cara tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu dan jumlah makanan ditentukan oleh anak
- Prosedur dilakukan dengan pemberian makan sesuai dengan kebutuhan kalori
Salah satu diet yang direkomendasikan sekaligus memudahkan orang tua dalam menerapkan gizi seimbang bagi anak obesitas yaitu metode traffic light diet. Penggagas traffic light diet ini adalah Leonard Epstein, PhD, dan timnya dari State University of New York di Buffalo.
Traffic Light Diet adalah pengaturan menu makan yang membagi kategori makanan dalam tiga kategori warna sesuai dengan warna lampu lalu lintas yaitu makanan merah, makanan kuning, dan makanan hijau. Masing-masing kategori warna akan memberikan informasi tentang kandungan gizi pada makanan.
-
Merah (Dihindari)
Makanan merah adalah kelompok makanan yang boleh dimakan sekali dalam seminggu. Makanan ini mengandung rendah vitamin dan mineral, tetapi tinggi energi, lemak jenuh, gula dan garam. Berhenti dan berpikirlah sebelum memilih makanan merah.
Jenis makanan kelompok merah adalah :
- Makanan yang dimasak dengan cara digoreng dan kentang olahan
- Daging olahan yang mengandung tinggi lemak
- Makanan penutup (dessert) berbahan dasar susu
- Biskuit dan kue-kue yang rasanya manis
- Coklat dan minuman manis
Contoh makanan merah adalah kentang goreng, nugget ayam, keripik kentang, dan makanan manis seperti kue coklat, muffins, donut, soft drink.
-
Kuning (Dibatasi)
Makanan kuning adalah kelompok makanan yang boleh dikonsumsi dalam porsi kecil, tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Makanan ini mengandung vitamin, mineral, energi, lemak jenuh, gula, dan garam dalam jumlah sedang. Konsumsilah makanan kuning dengan hati-hati.
Jenis makanan kelompok kuning adalah:
- Daging olahan rendah lemak dan garam
- Roti dan sereal olahan
- Produk susu tinggi lemak
- Kue dan biskuit rendah lemak/ gula
- Susu/ jus buah rendah lemak tanpa tambahan gula
Contoh makanan kuning adalah sereal olahan, roti, keju, pancakes, atau biskuit manis.
-
Hijau (Dianjurkan)
Makanan hijau adalah kelompok makanan yang paling direkomendasikan untuk diberikan setiap hari dalam jadwal makan. Kelompok makanan hijau merupakan makanan yang mengandung tinggi vitamin, mineral dan serat, tetapi rendah energi, lemak jenuh, gula, dan garam.
Jenis makanan kelompok hijau adalah:
- Buah dan sayuran
- Daging tanpa lemak dan ikan
- Kacang-kacangan, biji-bijian, buncis
- Roti gandum, sereal, beras, pasta
- Produk susu rendah lemak
- Air
Contoh makanan hijau adalah yoghurt rendah lemak, sandwich gandum, bubur, kacang panggang, buah dan sayuran, daging sapi, ayam tanpa kulit.
Pola pemberian makan yang tepat dengan pengelompokan makanan ini akan lebih mudah dalam menentukan menu makanan sehari-hari untuk diet anak. Peran orangtua sangat penting dalam menyediakan gizi yang seimbang. Jangan lupa tetap konsultasikan gizi anak kepada ahli gizi. Yuk Download Aplikasi Nutric.id di Play Store sebagai teman konsultasi gizi anak!
Salam Gizi, Sehat Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
