Gerakan ASI Eksklusif untuk Pencegahan Stunting
Halo NutriCiers!
Tentu sobat NutriCiers sudah tidak asing lagi kan ketika mendengar istilah stunting? Yap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dimana anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan anak lain seusianya. Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi anak yang mengalami stunting di Indonesia pada tahun 2018 adalah 30,8%, sedangkan prevalensi stunting pada tahun 2013 sebesar 37,3%. Meskipun prevalensi stunting sudah menurun, kenyataannya angka tersebut masih tergolong cukup mengkhawatirkan.
Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan bayi. Oleh karena itu, masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan masa penting untuk mencegah stunting pada anak. Masa 1000 HPK melipui 270 hari atau 9 bulan di kandungan dan 730 hari atau 2 tahun pertama kehidupan. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pencegahan stunting pada 1000 HPK adalah pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan. Seorang ibu dikatakan memberikan ASI eksklusif pada anakanya apabila ibu hanya memberikan ASI tanpa penambahan cairan atau makanan lain. Meskipun pemerintah telah membuat peraturan mengenai pemberian ASI eksklusif, namun capaian dari pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2017 masih cukup rendah yaitu sebesar 46,7% .Angka ini masih jauh dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dimana 80% ibu di Indonesia diharapkan dapat memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan pada anaknya .
Tahukah NutriCiers, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif berhubungan erat dengan kejadian stunting pada anak.
Anak yang tidak diberi ASI eksklusif memiliki risiko 16,5 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Hal ini disebabkan karena ASI mengandung segala nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, air, serta mineral yang mudah diserap dan penyerapannya tidak akan mengganggu fungsi ginjal bayi yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Salah satu mineral penting yang terkandung dalam ASI adalah kalsium. Kalsium berperan dalam pertumbuhan jaringan otot dan rangka, transmisi jaringan saraf, serta pembekuan darah. Kandungan kalsium dalam ASI memang lebih rendah dibandingkan kalsium dalam susu sapi, namun kalsium dalam ASI memiliki tingkat penyerapan yang lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan bayi yang diberi ASI akan memiliki kurva pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif.
Nah, itulah mengapa penting sekali pemenuhan ASI eksklusif demi mencegah stunting pada anak. Untuk itu, yuk sama-sama kita dukung gerakan ASI eksklusif untuk membantu mencegah dan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia!
Salam gizi, sehat berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
