Lewati ke konten
NutriClinic
Medical Nutrition

Yuk, Kenali Diabetes yang Sebenarnya Sangat Memengaruhi Kesejahteraan Hidup Kita!

Ditulis oleh Mohammad Brachim Ansari4 menit baca
Yuk, Kenali Diabetes yang Sebenarnya Sangat Memengaruhi Kesejahteraan Hidup Kita!
Diabetes dapat mempengaruhi kesejahteraan hidup baik dari kesehatan dan ekonomi
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/world-diabetes-day-man-is-stressed-put-his-hands-head-about-blood-sugar-test-results_10401473.htm#query=diabetic-patient&position=4

Hai NutriCiers!

Pernahkah Anda mendengar: Penyakit manis? Sakit manis? Kencing manis? Itulah istilah awam dari penyakit diabetes mellitus.

Tapi, tahukah Anda? Berikut beberapa fakta dari penyakit diabetes:

  1. Tubuh kita (terutama pancreas) tidak menghasilkan cukup insulin
  2. Salah satu dari 4 penyakit tidak menular prioritas
  3. Empat ratus dua puluh dua (422) juta orang dewasa hidup dengan diabetes tahun 2014
  4. Menyebabkan kematian
  5. Salah satu penyebab utama penyakit ginjal dan kebutaan
  6. Mengurangi usia harapan hidup sebesar 5-10 tahun
  7. Kerugian ekonomi

Mencengangkan bukan? Selama ini kita mengetahui hal itu dan menjadikannya seperti hal biasa. Jika kita resapi dan pahami ini sangat mengganggu kesejahteraan hidup kita bukan?

Yukk kita bahas!

Diabetes adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena kelainan metabolisme pada tubuh yaitu pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya, ditandai dengan hiperglikemia kronis (kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama).

Kelainan metabolisme terjadi pada karbohidrat, lemak, dan protein yang dihasilkan dari bantuan insulin. Tingkat keparahan gejala disebabkan oleh jenis dan durasi diabetes. Beberapa penderita diabetes tipe 2 pada tahun-tahun awal penyakit mengalami asimtomatik (tidak merasakan gejala akan tetapi sudah positif menderita diabetes), bahkan lainnya memiliki gejala hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), dan terutama pada anak-anak dengan defisiensi insulin absolut (pankreas sama sekali tidak bisa menghasilkan insulin) mungkin menderita poliuria (sering kencing), polidipsia (sering haus), polifagia (sering lapar), penurunan berat badan, dan penglihatan kabur.

Diabetes yang tidak terkontrol bisa menyebabkan pingsan, koma dan jika tidak diobati akan berimbas pada kematian. Oleh karena itu, diabetes menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir.

Secara global, diperkirakan 422 juta orang dewasa hidup dengan diabetes pada tahun 2014, dibandingkan dengan 108 juta pada tahun 1980. Prevalensi diabetes di dunia (dengan usia yang distandarisasi) telah meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 1980, meningkat dari 4,7% menjadi 8,5% pada populasi orang dewasa. Diabetes menyebabkan 1,5 juta kematian pada tahun 2012. Gula darah yang lebih tinggi dari batas maksimum mengakibatkan tambahan 2,2 juta kematian, dengan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan lainnya.

Empat puluh tiga persen (43%) dari 3,7 juta kematian ini terjadi sebelum usia 70 tahun. Persentase kematian yang disebabkan oleh diabetes yang terjadi sebelum usia 70 tahun lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah daripada di negara-negara berpenghasilan tinggi. Selain itu, diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal dan kebutaan pada usia di bawah 65 tahun, dan amputasi (yang bukan disebabkan oleh trauma), disabilitas, hingga kematian. Dampak lain dari diabetes adalah mengurangi usia harapan hidup sebesar 5-10 tahun. Usia harapan hidup penderita diabetes tipe 2 yang mengidap penyakit mental serius, seperti Skizofrenia, bahkan 20% lebih rendah dibandingkan dengan populasi umum.

Diabetes dan komplikasinya membawa kerugian ekonomi yang besar bagi penderita diabetes dan keluarga mereka, sistem kesehatan dan ekonomi nasional melalui biaya medis langsung, kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Termasuk komponen biaya utama adalah rumah sakit dan perawatan rawat jalan, faktor lain yang membutuhkan biaya besar adalah kenaikan biaya untuk insulin analog 1 yang semakin banyak diresepkan meskipun sedikit bukti bahwa insulin tipe tersebut memberikan efek yang signifikan dibandingkan insulin manusia yang lebih murah.

Jika dibandingkan dengan tahun 2013, prevalensi diabetes berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ? 15 tahun hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 meningkat menjadi 2%.Berdasarkan kategori usia, penderita diabetes terbesar berada pada rentang usia 55-64 tahun dan 65-74 tahun. Selain itu, penderita diabetes di Indonesia lebih banyak berjenis kelamin perempuan (1,8%) daripada laki-laki (1,2%). Kemudian untuk daerah domisili lebih banyak penderita diabetes melitus yang berada di perkotaan (1,9%) dibandingkan dengan di perdesaan (1,0%).

Kementerian Kesehatan telah membentuk 13.500 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk memudahkan akses warga melakukan deteksi dini penyakit diabetes. Masyarakat dihimbau untuk melakukan aksi CERDIK dalam mencegah penyakit diabetes, yaitu dengan melakukan:

1. Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.

2. Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.

3. Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan kaki, membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.

4. Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari makanan/minuman yang manis atau yang berkarbonasi.

5. Istirahat yang cukup.

6. Kelola stress dengan baik dan benar.

CEGAH, CEGAH, CEGAH !!!

Adalah upaya yang bisa kita lakukan dan usahakan mulai sekarang. Mari mulai terapkan Aksi CERDIK bersama-sama, agar kelak anak-anak dan cucu-cucu kita tidak memperoleh warisan diabetes dari kita dan hidup sehat NutriCiers!

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#aksi CERDIK#diabetes#germas#ginjal#Healthy#Information#jantung#kesehatan#mencegah#penyakit

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya