Lewati ke konten
NutriClinic
Food and Beverage

Makanan Yang Baik Bagi Penderita Hemofilia

Ditulis oleh Sabela Nadhira Rakhmatika2 menit baca
Makanan Yang Baik Bagi Penderita Hemofilia
Pasien dengan penyakit hemofilia disarankan mengonsumsi buah dan sayuran, biji-bijian, polong-polongan, protein rendah lemak serta produk susu rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/mix-beans_1129797.htm#page=1&query=bean&position=25

Hello, Nutriciers!

Hemofilia merupakan suatu penyakit gangguan pada proses pembekuan darah yang disebabkan oleh jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal. Penyakit Hemofilia terbagi menjadi 2 jenis yaitu 

  1. Hemofilia A : penyakit hemofilia yang terjadi karena tidak memiliki atau kekurangan jumlah faktor pembekuan VIII, yang ditandai dengan gejala sebagai berikut : terdapat darah pada muntah, darah pada feses dan cedera pada sendi. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cuci darah.
  2. Hemofilia B : penyakit Hemofilia yang terjadi karena tidak memiliki atau kekurangan jumlah faktor pembekuan IX, yang ditandai dengan gejala sebagai berikut : warna biru pada kulit dan sakit pada bekas luka. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan proses tranfusi darah.

Penderita Hemofilia dapat dilihat melalui gejala klinis, gejala yang sering terjadi adalah pendarahan yang terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Pendarahan diluar tubuh atau external bleeding dapat bermanifestasi menjadi pendarahan masif seperti pendarahan yang terjadi pada saat gigi tanggal, pendarahan pada luka kecil dan pendarahan pada hidung yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangan untuk Internal Bleeding sering di jumpai pada sendi lutut, pergelangan kaki, siku dan pinggul. Awalnya persendian terasa berbuih atau geli, karena semakin banyak darah menggenang di dalamnya dan terjadi pembengkakan, sendi terasa kencang, saat disentuh akan terasa panas dan menjadi nyeri saat ditekuk.

Nutrisi bagi penderita hemofilia menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan berat badan sehingga terhindar dari ketegangan otot dan perdarahan pada sendi. Nutrisi utama yang penting untuk meningkatkan produksi sel darah merah adalah nutrisi yang mengandung unsur-unsur seperti zat besi, protein, kalium dan vitamin (C, B12, B6 & E) serta asam folat. Untuk itu, pasien yang mengidap penyakit hemofilia disarankan mengonsumsi buah dan sayuran, biji-bijian, polong-polongan, protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak.

Pasien Hemofilia harus menghindari makanan olahan yang tinggi gula, garam dan makanan yang tinggi lemak atau berminyak. Makanan yang tinggi zat besi berupa sayuran berdaun hijau gelap, daging merah tanpa lemak, hati, unggas, kacang kering, dan kismis sangat baik sebagai sumber zat besi dan memiliki banyak kandungan vitamin. Penyerapan zat besi akan lebih tinggi apabila diikuti dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin C seperti lemon, jus jeruk, paprika, dan brokoli.

Nutrisi memainkan peran utama dalam mempengaruhi,  meningkatkan atau membalikkan status kesehatan pasien, termasuk status kesehatan Hemofilia. Maka dari itu hidup sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur serta menghindari makanan penuh lemak dapat menurunkan resiko Hemofilia.

Salam Gizi, Sehat Berkualitas!

Tag:#Healthy#Hemofilia#Information#Lemak jenuh#protein#vitamin c#zat besi

Bermanfaat? Bagikan artikel ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Ingin berkomentar? Berikan komentar Anda untuk artikel ini

Email Anda tidak akan ditampilkan.

Baca juga

Artikel lainnya