Obesitas Salah Satu Faktor Penyebab Terjadinya Asma?
Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-photo/portrait-young-man-using-asthma-inhaler-against-grey-background_3590155.htm#page=1&query=asma&position=0
Hai NutriCiers!
Pastinya kalian sudah tidak asing lagi bukan dengan salah satu alergi yang dikenal dengan asma? Asma merupakan gangguan inflamasi (peradangan) kronis pada saluran napas yang gejalanya berhubungan dengan penyempitan jalan napas seperti adanya mengi (napas berbunyi), batuk, rasa sesak di dada yang berulang dan peradangan ini berhubungan dengan hipereaktivitas jalan napas terhadap rangsangan.
Asma biasanya timbul terutama saat malam atau menjelang pagi akibat dari penyumbatan saluran pernapasan. Ternyata, penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hampir semua negara di dunia.
Berdasarkan data WHO tahun 2002, prevalensi penderita asma di seluruh dunia diperkirakan terdapat 300 juta orang dan perkiraan tahun 2025 penderita asma mencapai 400 juta. Sedangkan, di Indonesia penyakit asma termasuk ke dalam sepuluh besar penyakit penyebab kesakitan dan kematian. Asma dapat diderita oleh siapapun baik anak-anak maupun orang dewasa dengan derajat penyakit mulai dari ringan hingga berat, bahkan pada beberapa kasus dapat menyebabkan kematian.
Faktor pendukung terjadinya asma
Faktor pendukung terjadinya penyakit asma terbagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mendukung terdiri dari genetik, obesitas, jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan emosi yang berlebihan. Sedangkan faktor eksternal yang mendukung terdiri dari infeksi virus di saluran napas, alergen, asap rokok, polusi udara, obat-obatan, perubahan suhu terkait perubahan musim atau kondisi geografis lainnya.
Apa hubungan obesitas terhadap kejadian asma?
Salah satu penelitian menyebutkan bahwa asma sering berhubungan dengan obesitas dalam pengembangan maupun memperparah penyakit asma. Obesitas dapat mengawali terjadinya asma, meningkatkan prevalensi dan derajat penyakit asma, serta mempunyai hubungan signifikan dengan penyakit asma.
Pola makan yang kurang baik, tingkat asupan gizi, serta tingkat aktivitas fisik yang dilakukan individu mempengaruhi risiko kejadian obesitas. Kejadian obesitas sering ditemukan karena seringnya mengonsumsi makanan cepat saji yang mengakibatkan kurangnya asupan mikronutrient pada tubuh, termasuk seng.Keadaan seng yang kurang dapat mempengaruhi imunitas dan mendorong terjadinya pergeseran imun sehingga dapat memicu alergi termasuk asma.
Obesitas memegang andil penting dalam terjadinya perubahan fisiologi paru-paru berkaitan dengan kejadian asma. obesitas menyebabkan penurunan volume paru yang diakibatkan oleh perubahan otot polos yang menyebabkan berkurangnya diameter jalan napas Selain itu, obesitas menyebabkan gangguan pengembangan pari-paru. Hal ini dapat terjadi karena adanya tekanan dari penumpukan jaringan lemak berbagai organ tubuh seperti tulang rusuk, abdomen, dll.
Maka dari itu, Penting bagi penderita asma untuk menjaga berat badan karena sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan paru-paru.
Salam Sehat, Gizi Berkualitas!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
